Apakah hal ini sepele? Ternyata tidak. Tidur di atas jam 9 malam bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak. Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan fakta ilmiah dan pengamatan para ahli.
- Mengganggu Pertumbuhan Fisik Anak
Saat anak tidur nyenyak, terutama pada fase tidur dalam (deep sleep), tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) secara optimal. Hormon ini memuncak produksinya antara pukul 10 malam hingga 2 dini hari. Anak yang tidur lewat dari jam 9 malam berisiko kehilangan fase tidur penting ini, sehingga pertumbuhan fisik bisa terhambat.
- Menurunkan Konsentrasi dan Prestasi Akademik
Kurang tidur atau tidur terlalu larut malam dapat mengganggu proses pemulihan otak. Anak yang kurang tidur cenderung:
- Sulit fokus di sekolah
- Lebih mudah lupa
- Tidak bersemangat belajar
- Mudah terdistraksi
Hal ini tentu berdampak pada hasil belajar dan perkembangan kognitifnya.
- Meningkatkan Risiko Obesitas Anak
Anak yang tidur larut malam cenderung memiliki kebiasaan ngemil sebelum tidur, kurang aktivitas fisik di siang hari karena kelelahan, dan metabolisme tubuh yang terganggu. Studi menunjukkan bahwa anak yang tidur larut malam memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi dibandingkan anak yang tidur lebih awal.
- Mood Anak Lebih Buruk & Emosinya Tidak Stabil
Tidur larut malam dapat menyebabkan anak:
- Lebih mudah marah
- Rewel
- Cenderung menangis tanpa sebab
- Kurang mampu mengatur emosi
Ini karena kurang tidur mengganggu kestabilan hormon seperti serotonin dan kortisol yang berpengaruh terhadap mood.
- Menurunnya Imunitas Tubuh
Tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Anak yang tidur larut cenderung lebih sering sakit—seperti flu, batuk, dan infeksi ringan—karena sistem imun mereka tidak bekerja optimal saat waktu istirahatnya terganggu.
- Merusak Ritme Sirkadian Alami Anak
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur-bangun. Jika anak terbiasa tidur di atas jam 9 malam, ritme sirkadiannya bisa kacau, dan sulit dikembalikan ke pola sehat. Ini bisa berdampak jangka panjang hingga masa remaja dan dewasa.
Tidur setelah pukul 9 malam mungkin tampak biasa, tapi dampaknya bagi anak tidak bisa dianggap remeh. Tidur lebih awal membantu tumbuh kembang optimal, kesehatan mental yang lebih baik, serta mendukung prestasi anak di sekolah. Sebagai orang tua atau pengasuh, mengatur waktu tidur anak adalah bentuk kasih sayang jangka panjang. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi