Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dampak Negatif Anak yang Tidur di Atas Jam 9 Malam, Dari Risiko Obesitas hingga Imun Menurun

Ichwanul Fazmi • Selasa, 22 April 2025 | 20:12 WIB

ILUSTRASI. Anak yang sering tidur larut malam berisiko mengalami obesitas.
ILUSTRASI. Anak yang sering tidur larut malam berisiko mengalami obesitas.
batampos - Tidur yang cukup dan berkualitas adalah kebutuhan penting bagi tumbuh kembang anak. Namun dalam praktiknya, banyak anak—terutama di era digital saat ini—yang justru tidur larut malam, bahkan melewati pukul 9 malam.

Apakah hal ini sepele? Ternyata tidak. Tidur di atas jam 9 malam bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak. Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan fakta ilmiah dan pengamatan para ahli.

  1. Mengganggu Pertumbuhan Fisik Anak

Saat anak tidur nyenyak, terutama pada fase tidur dalam (deep sleep), tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) secara optimal. Hormon ini memuncak produksinya antara pukul 10 malam hingga 2 dini hari. Anak yang tidur lewat dari jam 9 malam berisiko kehilangan fase tidur penting ini, sehingga pertumbuhan fisik bisa terhambat.

  1. Menurunkan Konsentrasi dan Prestasi Akademik

Kurang tidur atau tidur terlalu larut malam dapat mengganggu proses pemulihan otak. Anak yang kurang tidur cenderung:

Hal ini tentu berdampak pada hasil belajar dan perkembangan kognitifnya.

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas Anak

Anak yang tidur larut malam cenderung memiliki kebiasaan ngemil sebelum tidur, kurang aktivitas fisik di siang hari karena kelelahan, dan metabolisme tubuh yang terganggu. Studi menunjukkan bahwa anak yang tidur larut malam memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi dibandingkan anak yang tidur lebih awal.

  1. Mood Anak Lebih Buruk & Emosinya Tidak Stabil

Tidur larut malam dapat menyebabkan anak:

Ini karena kurang tidur mengganggu kestabilan hormon seperti serotonin dan kortisol yang berpengaruh terhadap mood.

  1. Menurunnya Imunitas Tubuh

Tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Anak yang tidur larut cenderung lebih sering sakit—seperti flu, batuk, dan infeksi ringan—karena sistem imun mereka tidak bekerja optimal saat waktu istirahatnya terganggu.

  1. Merusak Ritme Sirkadian Alami Anak

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur-bangun. Jika anak terbiasa tidur di atas jam 9 malam, ritme sirkadiannya bisa kacau, dan sulit dikembalikan ke pola sehat. Ini bisa berdampak jangka panjang hingga masa remaja dan dewasa.

Tidur setelah pukul 9 malam mungkin tampak biasa, tapi dampaknya bagi anak tidak bisa dianggap remeh. Tidur lebih awal membantu tumbuh kembang optimal, kesehatan mental yang lebih baik, serta mendukung prestasi anak di sekolah. Sebagai orang tua atau pengasuh, mengatur waktu tidur anak adalah bentuk kasih sayang jangka panjang. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#obesitas anak