Batampos - Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling umum yang menyerang kaum perempuan di seluruh dunia.
Penyakit ini tidak hanya berisiko bagi perempuan berusia lanjut, tapi juga mulai banyak ditemukan pada perempuan muda, bahkan usia 20-an. Oleh karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk memahami gejala awal kanker payudara dan melakukan deteksi dini secara berkala.
Mengapa Kanker Payudara Berbahaya?
Kanker payudara dapat bersifat agresif dan berpotensi mematikan jika tidak terdeteksi sejak dini. Selain mengancam nyawa, penyakit ini juga dapat menyebabkan kehilangan salah satu organ penting bagi perempuan, khususnya bagi ibu yang menyusui.
Namun, di balik ancamannya, kanker payudara juga merupakan salah satu jenis kanker yang dapat diobati dengan tingkat keberhasilan tinggi bila terdeteksi lebih awal.
Gejala Awal Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai
Menurut Aina Shafiza binti Abdul Azis, Dokter Spesialis Bedah Payudara dan Endokrin, terdapat beberapa gejala umum yang bisa dikenali sejak awal. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diperhatikan:
- Adanya benjolan di sekitar payudara: Ini merupakan tanda paling umum dan bisa dirasakan saat pemeriksaan payudara sendiri. Meskipun tidak semua benjolan bersifat kanker, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter.
- Perubahan pada puting: Puting yang masuk ke dalam (retraksi) atau mengeluarkan cairan berdarah bisa menjadi indikator serius.
- Perubahan kulit payudara: Kulit yang tampak seperti bintik merah atau berwarna oranye (seperti kulit jeruk) juga patut diwaspadai.
Prosedur Pemeriksaan Kanker Payudara
Untuk memastikan diagnosis, ada tiga tahap pemeriksaan utama yang disarankan:
- Pemeriksaan klinis
Meliputi wawancara mengenai riwayat keluarga, kebiasaan hidup, serta pemeriksaan fisik pada payudara, ketiak, dan leher.
- Pemeriksaan radiologi
Biasanya menggunakan mamografi atau USG payudara untuk melihat struktur jaringan dan risiko kanker.
- Pemeriksaan patologi
Pengambilan sampel jaringan (biopsi) untuk memastikan ada tidaknya sel kanker serta menentukan jenis dan stadium kanker.
Jenis Kanker Payudara dan Penanganannya
Dengan kemajuan teknologi medis, kanker payudara kini dapat diidentifikasi secara lebih spesifik. Penanganannya pun dapat disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Tidak semua kasus membutuhkan operasi pengangkatan payudara. Jika diketahui sejak awal, pengobatan bisa dilakukan tanpa prosedur invasif besar.
Kanker Payudara Tidak Lagi Mengenal Usia
Dulu, kanker payudara umumnya menyerang wanita di atas usia 50 tahun. Namun kini, perempuan di bawah usia 40 tahun pun semakin banyak yang terdiagnosis. Bahkan, ada pasien berusia 22 tahun yang telah mengidap penyakit ini.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Menjalani pola hidup sehat, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan payudara (SADARI dan SADANIS) sangat penting untuk mengurangi risiko kanker payudara.
SADARI: Pemeriksaan payudara sendiri yang bisa dilakukan secara rutin di rumah.
SADANIS: Pemeriksaan payudara secara klinis oleh tenaga medis, disarankan minimal setahun sekali.
Kanker payudara adalah penyakit serius, namun bisa diatasi jika dikenali lebih awal. Jangan abaikan perubahan pada tubuh Anda, dan jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Kewaspadaan dan tindakan cepat bisa menjadi penyelamat hidup. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak