Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Kidult Collectibles, Sudah Dewasa tapi Hobi Mainan Anak-anak

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 15 Juli 2025 | 22:06 WIB

ILUSTRASI orang dewasa bermain boneka Labubu. Fenomena ini dikenal sebagai Kidults Collectibles.
ILUSTRASI orang dewasa bermain boneka Labubu. Fenomena ini dikenal sebagai Kidults Collectibles.

Batampos - "Memenuhi kebutuhan inner-child yang tidak pernah didapatkan saat anak-anak," inilah ungkapan beberapa orang dewasa yang sedang antri di Pop Mart Labubu, Changi, Singapura saat pembukaannya beberapa waktu lalu.

Ya, banyak orang dewasa kembali menemukan kenyamanan lewat hobi masa kecil mereka, yakni mengoleksi mainan. Fenomena ini dikenal sebagai kidult collectibles, yang merupakan gabungan dari kata kid dan adult.

Kini, istilah ini telah menjadi tren gaya hidup yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki nilai emosional dan boleh dikatakan tidak ekonomis.

Baca Juga: Buah Persik vs Aprikot, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?

Lantas, kenapa orang dewasa tapi masih hobi mainan anak-anak? Ini penjelasannya:

- Nostalgia sebagai Terapi Emosional

Bermain atau mengoleksi mainan dari masa kecil memberi rasa tenang dan hangat. Nostalgia terbukti secara psikologis dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

“Mengulang kembali aktivitas masa kecil bisa menjadi bentuk self-care yang efektif,” ujar Dr. Susan Whitbourne, psikolog dari University of Massachusetts, Amerika Serikat..

- Wujud Ekspresi Diri dan Kreativitas

Kidult collectibles bukan sekadar barang, tapi juga cara mengekspresikan karakter, minat, dan gaya personal. Misalnya:

- Lego untuk pecinta desain dan arsitektur,

- Figur anime atau tokoh film bagi pencinta pop culture,

- Boneka lucu seperti Labubu atau Jellycat sebagai simbol gaya hidup imut dan estetik.

Baca Juga: Skandal Beras Oplosan Nasional, Bagaimana di Batam?

- Munculnya Komunitas dan Dukungan Digital

Media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube mendorong berkembangnya komunitas penggemar mainan dewasa. Di sana, para kolektor saling berbagi tips, review, bahkan membuka lapak jual beli.

Munculnya fenomena ini, muncul pula mainan edisi terbatas atau langka, dimana harganya bisa naik seiring waktu. Banyak kolektor menjual ulang koleksi mereka dengan harga 2-5 kali lipat saat mainan ini viral dan banyak penggemar. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Labubu #Labubu boneka monster viral #Kidulting