Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bermula dari Tiongkok, Adaptasi jadi Cita Rasa Lokal Indonesia

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 22 Juli 2025 | 20:37 WIB

ILUSTRASI mie ayam Lao Ban Mian khas Batam.
ILUSTRASI mie ayam Lao Ban Mian khas Batam.

Batampos - Mie ayam adalah salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia. Lezat, murah, dan mudah ditemukan di penjuru negeri ini.

Tak heran, mie ayam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner nusantara. Bahkan masing-masing daerah di Indonesia mempunya ciri khas tersendiri untuk hidangan ini.

 Namun, tahukah kamu bahwa asal-usul mie ayam ternyata berakar dari tradisi kuliner Tiongkok, namun kini menghadapi akulturasi dalam sejarah kuliner Indonesia?

Secara historis, mie ayam berasal dari Tiongkok bernama Bakmi. Secara bahasa, Bak dan Mi diartikan sebagai mie daging dalam Bahasa Hokkien.

Mie sendiri adalah makanan pokok warga Tiongkok sejak ribuan tahun lalu. Ini tercatat dalam sejarah Dinasti Han sekitar abad 206-220 M.

Para perantau Tionghoa yang datang ke Nusantara sejak abad ke-7 membawa serta budaya dan kuliner mereka. Salah satunya adalah olahan mie yang kemudian mengalami penyesuaian rasa dan bahan sesuai dengan lidah masyarakat lokal.

Setelah masuk ke Indonesia, hidangan mie mengalami akulturasi dengan budaya lokal. Dalam versi Tiongkok-nya, Bakmi biasanya menggunakan daging babi dan bumbu khas Cina seperti saus tiram dan minyak wijen. Namun, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, daging babi diganti dengan ayam, dan bumbu disesuaikan agar halal dan sesuai selera lokal.

Mie ayam versi Indonesia umumnya terdiri dari mie kuning rebus yang disajikan dengan potongan ayam berbumbu kecap manis, kuah kaldu ayam, dan tambahan seperti sawi, bawang goreng, serta pangsit atau bakso.

Peran Pedagang Kaki Lima dalam Popularitas Mie Ayam

Popularitas mie ayam di Indonesia tak lepas dari peran pedagang kaki lima. Sejak 1970-an, gerobak mie ayam mulai menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Harga yang terjangkau serta rasa yang nikmat menjadikan mie ayam sebagai makanan rakyat yang dicintai semua kalangan.

Selain itu, banyak variasi daerah turut memperkaya cita rasa mie ayam, seperti mie ayam Wonogiri yang terkenal gurih, hingga mie ayam Jakarta yang cenderung manis gurih.

Kini, mie ayam tak hanya disajikan di warung atau gerobak kaki lima. Restoran modern hingga jaringan kuliner internasional mulai menyajikan mie ayam dengan tampilan dan variasi rasa yang lebih kreatif. Namun demikian, cita rasa khas Indonesia tetap menjadi daya tarik utamanya.

Mie ayam adalah bukti nyata dari keberhasilan akulturasi budaya kuliner antara Tiongkok dan Indonesia. Dari bakmikhas Hokkien hingga mie ayam gerobakan yang merakyat, perjalanan kuliner ini mencerminkan dinamika sosial dan budaya Indonesia yang inklusif. Tak heran jika mie ayam terus dicintai lintas generasi dan wilayah. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tiongkok #sejarah kuliner #kuliner indonesia #Sejarah mie ayam #mie ayam #bakmi