Dari sekian banyak varietas, anggur merah dan anggur hijau adalah yang paling populer. Tapi, di antara keduanya, mana yang lebih unggul dalam kandungan antioksidannya?
Simak penjelasan ahli gizi berikut ini!
Apa Itu Antioksidan dan Kenapa Penting?
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi melawan radikal bebas—molekul tak stabil yang bisa merusak sel dan mempercepat penuaan, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
Semakin tinggi kandungan antioksidan dalam makanan, semakin besar pula potensi perlindungannya terhadap kesehatan.
Anggur Merah: Si Juara Antioksidan?
Anggur merah, ungu, atau hitam dikenal memiliki kulit yang lebih gelap, dan justru di sanalah letak kekuatannya. Kulit anggur merah kaya akan:
- Resveratrol
→ antioksidan kuat yang mendukung kesehatan jantung dan fungsi otak. - Antosianin
→ pigmen warna ungu tua yang juga antioksidan kuat, membantu melawan peradangan. - Flavonoid dan tanin
→ melindungi sel dari kerusakan dan memperkuat sistem imun.
Beberapa studi menunjukkan bahwa anggur merah memiliki kandungan antioksidan hingga 2–3 kali lebih tinggi dibanding anggur hijau.
Anggur Hijau: Tetap Menyegarkan dan Bergizi
Meski kadar antioksidannya lebih rendah, anggur hijau tetap punya manfaat:
- Mengandung vitamin C dan K dalam jumlah tinggi.
- Kaya akan kalium, yang membantu mengontrol tekanan darah.
- Memiliki rasa lebih ringan dan rendah asam, cocok untuk penderita lambung sensitif.
- Cenderung lebih rendah gula dibanding anggur merah, sehingga lebih ramah untuk penderita diabetes jika dikonsumsi dengan bijak.
Mana yang Lebih Baik?
- Untuk antioksidan dan pencegahan penuaan:
Anggur merah adalah pilihan terbaik karena kandungan resveratrol dan antosianinnya. - Untuk camilan ringan dan ramah lambung:
Anggur hijau tetap sehat dan menyegarkan, cocok untuk semua usia.
Ahli gizi menyarankan mengonsumsi variasi keduanya agar tubuh mendapatkan spektrum manfaat yang lebih luas. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi