Batampos - Roti sourdough terkenal di kalangan pecinta kuliner dan gaya hidup sehat hingga kini. Berbeda dari roti biasa, sourdough dibuat melalui proses fermentasi alami menggunakan starter yang mengandung ragi dan bakteri liar.
Teknik ini tidak hanya menghasilkan rasa yang unik, tapi juga menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Polda Kepri masih Menunggu Hasil Labfor Kebakaran Gudang PT Desa Air Cargo
Roti sourdough adalah salah satu jenis roti tertua di dunia. Bukti arkeologis menunjukkan teknik fermentasi alami ini telah digunakan sejak sekitar 3.700 SM di Mesir kuno. Metode tersebut menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika Serikat.
Di San Francisco, roti sourdough menjadi simbol ikonik kota sejak masa Gold Rush atau demam emas di abad ke-19.
Ada pun beberapa ciri khas roti ini yang membedakannya dengan roti biasa yakni:
- Rasa asam alami yang dihasilkan dari asam laktat dan asam asetat selama proses fermentasi.
- Tekstur kulit keras dan renyah dengan bagian dalam roti yang lembut dan berpori besar.
- Tanpa ragi instan, roti ini mengandalkan wild yeast dan bakteri asam laktat.
- Lebih tahan lama karena fermentasi sehingga membuat sourdough tidak cepat basi.
Banyak orang memilih sourdough bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena manfaat kesehatannya. Melansir dari BBC Travel, The Suprising History of Sourdough, beberapa di antaranya adalah:
1. Mudah Dicerna
Proses fermentasi membantu memecah gluten dan zat antinutrisi seperti asam fitat, sehingga lebih mudah dicerna tubuh
Baca Juga: Ekspor Ikan Batam Tembus Rp232 Miliar, Singapura Jadi Pasar Utama
2. Indeks Glikemik Lebih Rendah
Sourdough dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti putih biasa.
3. Kaya Probiotik (pada adonan mentah)
Meski sebagian besar bakteri mati saat dipanggang, sisa-sisa produk fermentasi tetap mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.
Dengan meningkatnya kesadaran akan makanan sehat, tidak heran jika sourdough terus mendapatkan tempat di hati para pecinta roti di seluruh dunia. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak