Batampos - Setelah berhasil membuat starter sourdough sendiri, tantangan selanjutnya adalah bagaimana merawatnya dengan benar agar ragi liarnya tetap aktif, sehat, dan siap digunakan kapan saja. Perawatan starter yang baik akan menjaga kualitas fermentasi dan rasa roti sourdough buatan Anda.
Starter sourdough yang dirawat dengan tepat bisa bertahan selama bertahun-tahun, bahkan diwariskan dari generasi ke generasi, seperti banyak starter legendaris di Eropa.
Baca Juga: Panduan Praktis Cara Membuat Starter Roti Sourdough Sendiri di Rumah
Starter sourdough adalah koloni mikroorganisme hidup, terutama ragi liar dan bakteri asam laktat. Jika tidak diberi makan atau disimpan dengan benar, mereka bisa melemah, mati, atau bahkan tercemar oleh bakteri sehingga tak layak pakai.
Ada pun starter yang sehat akan:
- Mengembang dengan cepat
- Beraroma asam segar
- Memiliki banyak gelembung aktif
- Memberikan hasil fermentasi dan tekstur roti yang optimal
Nah, selanjutnya, ada pun cara merawat starter sourdough yang benar seperti dikutip dari The Perfect Loaf, How to Maintain Your Sourdough Starter, yakni:
1. Penyimpanan di Suhu Ruang
Cocok jika Anda membuat roti setiap hari.
Starter harus diberi makan setiap 12–24 jam.
Gunakan wadah kaca atau plastik dengan penutup longgar.
2. Penyimpanan di Kulkas
Ideal untuk pemakaian mingguan atau sesekali.
Starter hanya perlu diberi makan seminggu sekali.
Simpan dalam wadah tertutup longgar agar gas fermentasi bisa keluar.
3. Beri Makan Rutin Sekali Seminggu dengan bahan tepung terigu atau tepung gandum utuh dengan air murni dengan suhu ruang.
Langkah-langkah:
- Keluarkan starter dari kulkas (jika disimpan dingin) dan biarkan di suhu ruang selama 1–2 jam.
- Aduk starter, lalu buang setengahnya (untuk mengontrol volume dan keasaman).
- Tambahkan jumlah tepung dan air dengan rasio 1:1 (misalnya: 60 gram tepung + 60 ml air).
- Aduk rata hingga tidak ada gumpalan.
- Biarkan di suhu ruang hingga mengembang dua kali lipat (biasanya 4–6 jam).
- Starter siap digunakan atau dikembalikan ke kulkas.
Merawat starter sourdough bukan pekerjaan sulit, namun membutuhkan konsistensi. Dengan pemberian makan teratur dan penyimpanan yang tepat, starter Anda akan tetap aktif, sehat, dan menghasilkan roti sourdough terbaik.
Rutin memelihara starter juga membantu Anda lebih memahami karakter fermentasi alami dalam proses pembuatan roti. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak