Mengulas Bendera Merah Putih, Lambang Kemerdekaan Abadi Indonesia
Chahaya Simanjuntak• Senin, 11 Agustus 2025 | 20:15 WIB
ILUSTRASI pengibaran Bendera Merah Putih.
Batampos - Bendera Indonesia dikenal dengan sebutanSang Saka Merah Putih. Artinya Merah putih yang abadi dan suci. Ini merupakan simbol negara yang memiliki makna mendalam bagi seluruh rakyat. Warna merah dan putih telah menjadi identitas bangsa sejak masa kerajaan kuno hingga diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, 80 tahun yang lalu.
Penggunaan warna merah dan putih di Nusantara sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-13. Menurut catatan sejarah, panji kerajaan Majapahit memiliki latar merah dan putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.
Warna merah melambangkankeberanian dan semangat juang rakyat, sedangkan putih melambangkankesucian hati dan niat yang murni. Filosofi ini kemudian diwariskan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Pada awal abad ke-20, bendera merah putih digunakan oleh organisasi pergerakan seperti Jong Java dan Jong Sumatra. Bendera ini menjadi simbol persatuan dan tekad untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan Jepang.
Menurut Kementerian Sekretariat Negara,Sang Saka Merah Putihpertama kali dikibarkan secara resmi sebagai bendera negara pada 17 Agustus 1945 di halaman rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Pengibaran ini menjadi momen sakral yang dikenang setiap tahun. Dikenal sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia.
Di masa kini, berdasarkanUndang-Undang Nomor 24 Tahun 2009tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, bendera negara harus dihormati dan tidak boleh digunakan untuk keperluan yang merendahkan martabatnya. Pengibaran dilakukan di seluruh wilayah Indonesia setiap tanggal 17 Agustus dan pada momen-momen penting kenegaraan.
Bendera Indonesia bukan sekadar kain dua warna, tetapi lambang persatuan bangsa. Dari perjuangan melawan penjajah hingga menjaga kedaulatan negara,Sang Saka Merah Putihselalu hadir sebagai saksi sejarah kemerdekaan abadi Indonesia dalam perjalanannya sebagai bangsa dan negara. (*)