Batampos - Journaling atau kebiasaan menulis catatan harian secara reflektif menjadi salah satu cara sederhana menjaga kesehatan mental. Bukan asal sebut, tapi ini merupakan pernyataan banyak psikolog terkenal.
Tidak hanya sekadar menulis pengalaman sehari-hari, journaling membantu seseorang mengatur pikiran, mengekspresikan emosi, dan melatih kesadaran diri. Inilah yang membuatnya efektif untuk menjaga kewarasan mental.
Ada pun dampak positif journaling bagi kesehatan mental dan emosi seseorang, seperti pernyataan Pennebaker, J. W dalam jurnalnya di Psychological Science, Writing About Emotional Experiences as a Therapeutic Process yakni:
- Mengurangi stres dan kecemasan
Menulis tentang hal-hal yang mengganggu pikiran dapat membantu mengurai rasa cemas. Jurnaling memberi ruang aman untuk menyalurkan emosi negatif sehingga pikiran terasa lebih lega.
- Meningkatkan kesadaran diri
Dengan jurnaling, seseorang bisa lebih memahami pola pikir, kebiasaan, dan emosi yang sering muncul. Kesadaran ini penting untuk membantu mengambil keputusan lebih sehat dalam hidup.
- Meningkatkan suasana hati
Menulis hal-hal positif seperti rasa syukur atau pencapaian kecil setiap hari terbukti meningkatkan mood dan menumbuhkan sikap optimis.
- Membantu penyembuhan emosional
Journaling bisa menjadi bagian dari proses self-healing. Ekspresi emosi melalui tulisan membuat beban batin terasa lebih ringan dan mencegah penumpukan stres.
Menurut penelitian James W. Pennebaker, profesor psikologi dari University of Texas, expressive writing atau menulis tentang pengalaman emosional dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik seseorang. Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology juga menemukan bahwa menulis jurnal membantu mengurangi gejala depresi serta memperbaiki kualitas tidur.
Ya, Journaling menjadi salah satu teknik sederhana namun efektif dalam mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak