Meski tampak sederhana, ternyata pemilihan bahan tusuk gigi juga penting untuk diperhatikan. Saat ini, tusuk gigi umumnya terbuat dari kayu atau plastik. Lalu, bahan mana yang lebih aman untuk kesehatan mulut?
Tusuk Gigi Kayu
Kelebihan:
* Mudah ditemukan dan harganya murah.
* Sekali pakai, sehingga dianggap lebih higienis.
* Lebih ramah lingkungan karena mudah terurai secara alami.
Kekurangan:
* Mudah patah saat digunakan.
* Ujungnya bisa tajam dan melukai gusi.
* Jika dipakai berulang kali, bisa meninggalkan serpihan kayu di mulut.
Tusuk Gigi Plastik
Kelebihan:
* Lebih kuat dan tidak mudah patah.
* Beberapa produk berbentuk pipih atau melengkung sehingga lebih mudah menjangkau sela gigi.
* Ada yang dilengkapi benang gigi (floss pick) untuk membersihkan lebih efektif.
Kekurangan:
* Tidak ramah lingkungan karena sulit terurai.
* Jika tidak dibersihkan, bisa menjadi sarang bakteri saat digunakan ulang.
* Bisa melukai gusi jika digunakan terlalu sering atau dengan tekanan berlebih.
Jadi, Mana yang Lebih Aman?
* Untuk kesehatan mulut: keduanya sama-sama bisa berisiko jika digunakan secara berlebihan atau tidak hati-hati. Baik kayu maupun plastik bisa melukai gusi dan membuat celah gigi melebar.
* Untuk lingkungan: tusuk gigi kayu lebih ramah lingkungan dibanding plastik.
* Untuk kebersihan: tusuk gigi plastik yang bisa dicuci berulang justru berpotensi membawa kuman, sehingga lebih aman jika tetap memilih sekali pakai.
Alternatif yang Lebih Disarankan
Dokter gigi lebih merekomendasikan penggunaan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental dibandingkan tusuk gigi. Alat tersebut lebih efektif membersihkan sela gigi tanpa merusak gusi maupun enamel gigi.
Oleh karenanya, baik tusuk gigi kayu maupun plastik hanya boleh digunakan sesekali. Untuk kesehatan mulut jangka panjang, gunakan cara yang lebih aman seperti flossing atau sikat interdental. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi