Mengenal Batu Amber, Fosil Resin Pohon yang Kerap Dijadikan Perhiasan Bernilai Tinggi
Chahaya Simanjuntak• Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:38 WIB
ILUSTRASI batu amber yang berasal dari fosil resin pohon purba yang kini dijadikan perhiasan.
Batampos - Amber atau batu ambar merupakan fosil resin pohon purba yang telah mengeras dan bertransformasi selama jutaan tahun.
Meski kerap dikenal sebagai batu amber, tapi batu ini bukanlah mineral, melainkan material organik yang dihasilkan oleh pohon sebagai respons terhadap luka atau infeksi pada batangnya.
Resin ini menyelimuti bagian yang terluka, mencegah masuknya patogen serta menebal seiring waktu dan paparan udara hingga akhirnya menjadi amber.
Berikut tahapan atau proses terbentuknya batu amber seperti dilansir dari National Geographic, yakni:
1. Eksudasi atau Pelepasan Resin
Pohon tertentu akan mengeluarkan resin saat terluka, seperti patah atau gigitan serangga. Resin ini bersifat lengket dan berfungsi sebagai pelindung alami.
2. Pengawetan Organisme Miniatur
Saat resin mengalir, ia bisa menjebak serangga, spora, atau partikel organik lainnya. Bila terdeposisi di sepanjang aliran sungai atau laut dan terkubur oleh sedimen, resin ini akan mengalami proses pelapukan kimiawi dan mineralisasi secara perlahan.
3. Proses Berjuta Tahun
Transformasi dari resin menjadi amber dapat memakan waktu puluhan ribu hingga jutaan tahun. Jika usia materialnya masih relatif muda (misalnya kurang dari puluhan ribu tahun), biasanya disebut copal, bukan amber.
Berdasarkan jejak geologis, amber tertua ditemukan dari periode Karbon atau lebih kurang 320 juta tahun lalu. Walau keberadaan resin dari tumbuhan berbunga sulit dipastikan mengingat tumbuhan berbunga baru berkembang di era berbeda.
Beberapa amber dari era Triasik (sekitar 230 juta tahun lalu) ditemukan di Italia, sedangkan amber Lebanon dari periode Kretaseus awal ( sekitar 125–135 juta tahun lalu) menyimpan bukti kehidupan arthropoda purba.
Amber juga ditemukan di Myanmar. Jenis amber Mid-Kretaceous ( sekitar 99 juta tahun lalu) ini dikenal karena kecanggihan fosil di dalamnya, termasuk serangga, reptil, dan bahkan dinosaurus kecil.
Sejak zaman Neolitikum, amber telah dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan dan simbol status. Dalam mitologi Yunani, amber disebut elektron”yang diyakini memiliki kekuatan magis. Bahkan Hippokrates telah mencatat nilai terapeutiknya.
Hingga kini, batu amber digunakan sebagai perhiasan yang dipercaya memiliki efek kesembuhan. Kerap dipakai bayi usia 6 bulan sampai balita. (*)