Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Keberadaan AI dalam Jurnalistik Modern, Dapat Mengubah Kinerja Wartawan?

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 6 September 2025 | 21:18 WIB

ILUSTRASI AI atau sistem kecerdasan buatan masa kini.
ILUSTRASI AI atau sistem kecerdasan buatan masa kini.

Batampos - Keberadaan Artificial Inteligence (AI) saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam dua jurnalistik masa kini. AI menjadi alat dalam membantu pekerja media, khususnya wartawan dalam mencari data dengan cepat, membuat draft berita, hingga menganalisi tren pembaca.

Satu tahun belakangan, AI telah mengubah sebagian cara kerja media. Kehadiran teknologi ini menawarkan efisiensi. Tapi juga memunculkan tantangan baru. Apa itu? Tidak adanya etika dalam penggunaan data jurnalistik dan keaslian konten.

Sebelum lebih dalam, berikut manfaat AI dalam jurnalistik, seperti dikutip dari Research Gate, yakni:

- Otomatisasi Berita Cepat

Beberapa media global sepertiThe Associated Press dan Reuters telah memanfaatkan AI untuk menulis laporan keuangan, hasil pertandingan olahraga, hingga berita singkat yang berbasis data. AI membantu menghemat waktu redaksi sehingga jurnalis bisa fokus pada liputan investigasi.

- Analisis Data dan Tren

AI dapat memproses data besar (big data) untuk mengidentifikasi tren topik yang sedang diminati pembaca. Hal ini membantu redaksi dalam menentukan arah liputan yang relevan.

- Personalisasi Konten

Media online menggunakan algoritma AI untuk merekomendasikan artikel sesuai minat pembaca, mirip dengan cara kerja platform streaming. Ini meningkatkan keterlibatan audiens.

- Faktualisasi dan Verifikasi

AI juga digunakan untuk memeriksa fakta dengan cepat, mendeteksi hoaks, serta menelusuri sumber asli gambar atau video.

Lantas apa tantangan penggunaan AI ini dalam jurnalistik modern? yakni:

- Etika dan Kredibilitas

Berita hasil tulisan AI berpotensi kurang akurat atau bias, terutama jika data yang digunakan tidak lengkap atau condong ke satu sisi.

- Ancaman terhadap Profesi Jurnalis

Baca Juga: Kasus DBD di Batam Tembus 499 Kasus
Ada kekhawatiran bahwa otomatisasi akan mengurangi kebutuhan tenaga jurnalis manusia, terutama pada jenis berita rutin.

- Disinformasi dan Deepfake

Teknologi AI juga bisa disalahgunakan untuk membuat berita palsu, manipulasi gambar, atau video deepfakeyang sulit dibedakan dari fakta.

Alih-alih menggantikan peran wartawan, AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu. Wartawan masih memegang peran penting dalam analisis, penulisan mendalam, dan menjaga integritas jurnalistik.

AI hanya dapat mempercepat proses teknis, sementara nilai kemanusiaan dan kepekaan terhadap konteks sosial tetap berada di tangan jurnalis. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#AI dalam Jurnalisme #wartawan #opini