Batampos - Nepal masih berada dalam situasi tegang menyusul gelombang protes besar-besaran. Hal ini tentu saja berdampak signifikan pada sektor perjalanan dan keamanan. Demikian dilansir dari TravelWeekly-Asia, Jumat (12/9/2025).
Protes yang dipicu oleh larangan pemerintah terhadap 26 platform media sosial utama itu berkembang menjadi bentrokan keras, menyebabkan setidaknya 31 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka di seluruh negeri.
Di tengah gejolak tersebut, Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli mengundurkan diri, langkah yang dipicu oleh meningkatnya demonstrasi yang sebagian besar dipelopori oleh gen Z. Di Kathmandu, ibu kota Nepal, kerusuhan mencakup pembakaran Hotel Hilton Kathmandu, serta serangan terhadap sejumlah gedung penting lainnya.
Tentara Nepal telah memberlakukan jam malam secara nasional dan mengerahkan pasukan untuk memulihkan ketertiban. Toko dan sekolah ditutup, sementara tentara berpatroli di jalanan. Meski demikian, layanan esensial dan penerbangan internasional masih tetap beroperasi.
Baca Juga: Gubernur Kepri: Singapura Sahabat Utama Investasi, Konjen Singapura Rayakan HUT ke-60 di Batam
Bandara Internasional Tribhuvan kembali dibuka setelah ditutup selama 24 jam, meskipun kondisi keamanan masih labil.
Berbagai negara dan juga perusahaan internasional telah mengeluarkan peringatan perjalanan terkait kerusuhan yang berlangsung. Kementerian Luar Negeri India, misalnya, mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Nepal hingga situasi membaik.
Selain itu, maskapai penerbangan telah menyesuaikan jadwal akibat penutupan bandara dan kekhawatiran keamanan.
Berikut delapan negara yang mengeluarkan surat larangan perjalanan (Travel Warning) bagi warganya supaya dalam kurun waktu tertentu, tidak bepergian ke Nepal. yakni:
1. Indonesia
Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menginformasikan, tidak adanya WNI yang menjadi korban kerusuhan massal di Katmandu, Nepal.
Dari catatan KBRI, ada 57 WNI yang menetap di Nepal. Sebanyak 18 WNI sudah dievakuasi dan diberangkatkan kembali pulang ke tanah air per hari ini.
"KBRI telah mengeluarkan imbauan agar para WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan terus memonitor situasi keamanan dari sumber pemerintah dan media," demikian imbauan dari Kemenlu RI untuk KBRI di Nepal.
2. Australia
Pemerintah Australia meminta warganya supaya mempertimbangkan rencana perjalanan ke Nepal karena situasi yang dinilai dapat memburuk sewaktu-waktu tanpa peringatan.
"Kepolisian dan militer Nepal telah memberlakukan kebijakan jam malam di Lembah Kathmandu dan kota-kota besar lainnya. Tetaplah berada di tempat yang aman, patuhi jam malam dan ikuti instruksi dari otoritas setempat," demikian imbaun dari Pemerintah Australia terhadap warganya seperti dikutip dari Smart Traveler.
3. Singapura
Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) juga turut mengimbau warganya supaya menunda perjalanan ke Nepal apabila tidak mendesak.
Dalam pernyataan resmi, MFA menyebut kondisi Nepal saat ini tidak stabil dan meminta seluruh warga Singapura yang ada di sana supaya tetap waspada dan mematuhi instruksi dari pihak berwenang.
4. Kanada
Baca Juga: Ini Alasan Kelompok Gen Z Guncang Tatanan Pemerintahan Nepal
Dalam website resminya, pemerintah Kanada juga meminta warganya tidak traveling dulu ke Nepal bila tidak mendesak.
"Hindari perjalanan yang tidak penting ke Nepal karena kerusuhan sipil, kekerasan, dan situasi politik serta keamanan yang rapuh. Kemampuan kami untuk memberikan bantuan konsuler terbatas di Nepal," imbau pemerintah Kanada melalui situs resmi mereka.
5. Turki
Dalam pernyataannya, Pemerintahan Turki mengimbau warga supaya menghindari perjalanan yang tidak penting ke Nepal. Mereka juga diminta untuk memantau perkembangan melalui situs web resmi dan akun media sosial Kedutaan Besar Turki di New Delhi.
6. India
Warga India diimbau mengikuti instruksi keselamatan setempat serta wajib follow up informasi terkini yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar India di Kathmandu.
7. Amerika Serikat
Melalui situs np.usembassy.gov, Amerika Serikat mengimbau warganya yang kini sedang berada di Nepal untuk tetap berada di rumah hingga hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Selain itu, pemerintah juga minta warga AS menghindari semua perjalanan kecuali benar-benar diperlukan dalam keadaan darurat.
8. Selandia Baru
Melalui website safetravel.govt.nz, Pemerintah New Zealand mengimbau warganya supaya tidak bepergian ke Nepal sementara waktu. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak