Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mitos atau Fakta, Rumah Tusuk Sate Disebut Bawa Sial

Juliana Belence • Selasa, 16 September 2025 | 12:00 WIB
Photo
Photo

batampos - Rumah tusuk sate kerap kali dikaitkan dengan membawa ketidakberuntungan. Rumah tusuk sate berada di ujung jalan atau persimpangan yang dipercaya membawa sial bagi penghuninya.

Fenomena rumah tusuk sate menimbulkan berbagai pro dan kontra. Menurut feng shui, posisi rumah tusuk sate sebagai panah beracun karena berada di titik akhir jalan yang tajam.

Dilansir dari Jawa Pos, adanya energi tajam yang memengaruhi penghuni secara fisik maupun emosional. Mitos ini juga dikaitkan dengan harga jual properti.

Ada 5 mitos mengenai rumah tusuk sate, dikutip dari Jawa Pos:

1. Penghuni rumah sering bertengkar
Mitos ini disebabkan hawa panas yang masuk dari ujung jalan. Faktanya posisi rumah di persimpangan jalan membuat cahaya matahari lebih mudah masuk. Cahaya matahari terlalu berlebihan bisa meningkatkan suhu dalam rumah dan membuat penghuni lebih cepat emosi.

2. Keluarga lebih sering sakit
Mitos ini dikatakan meningkatkan risiko kesehatan penghuni karena aliran chi yang kuat dan berpotensi negatif. Faktanya posisi rumah ini membuat angin dan debu mudah masuk.

3. Rawan kecelakaan
Mitos dengan lokasi rumah di ujung jalan dianggap berisiko tinggi terhadap kecelakaan, terutama jka kendaraan mengalami rem blong. Faktanya risiko kecelakaan dapat meningkat jika jalan di depan rumah digunakan sebagai jalur utama kendaraan.

4. Rejeki seret
Mitos rejeki seret sering dipercaya bagi penghuni rumah tusuk sate. Faktanya perbaikan rumah memang membutuhkan biaya yang besar. Namun, harga rumah tusuk sate lebih terjangkau dibandingkan rumah lain dan memberikan keuntungan finansial jangka panjang.

5. Rumah terasa lebih angker
Mitos rumah tusuk sate dianggap menjadi rumah angker yang dihuni oleh makhluk astral. Faktanya penampakan hantu terkait kondisi otak dan persepsi masing - masing.

Rumah tusuk sate memang sarat mitos, namun sebagian besar kesialan yang disematkan lebih banyak berasal dari faktor kenyamanan dan lingkungan. Rumah tusuk sate dapat dihuni jika masalah dapat diminimalkan.

Rumah tusuk sate dapat dihuni jika memasang pagar tinggi atau taman sebagai penghalang, mengubah arah pintu utama gar tidak langsung ke jalan, dan memanfaatkan kaca film, tirai tebal, atau tanaman rindang untuk meredam cahaya dan angin.(*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#tusuk sate #rumah