Batampos - Topan ragasa, super topan yang baru saja melanda Hong Kong, Taiwan, Makau, hingga wilayah selatan Tiongkok bukan hanya bencana alam, tapi juga efek dari perubahan iklim.
Meskipun terjadi di Asia, tapi ini juga harus menjadi alarm global. Kecepatan angin lebih dari 260 km per jam, gelombang pasang setinggi 2,8 meter, serta evakuasi lebih dari 2 juta orang dan lebih dari 50 juta warga terdampak, menjadi catatan sejarah tentang dahsyatnya badai tropis di era perubahan iklim ini.
Para ahli menyebutkan, dengan kejadian Ragasa ini, ada pelajaran yang dapat diambil, yakni:
- Infrastruktur pesisir harus diperkuat untuk menghadapi badai ekstrem.
- Sistem peringatan dini dan evakuasi cepat sangat penting menyelamatkan nyawa.
- Mitigasi perubahan iklim menjadi kunci agar bencana serupa tidak semakin parah di masa depan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak