Batampos - Tahu merupakan makanan yang sangat populer di Indonesia. Tidak hanya sebagai lauk pendamping tetapi juga memiliki kekhasannya dari tiap daerah. Ada dua jenis tahu yang paling terkenal, yakni Tahu Sumedang dari Jawa Barat dan Tahu Tek dari Surabaya, Jawa Timur.
1. Tahu Sumedang, Tahu Gurih Khas Priangan
Tahu Sumedang dikenal sebagai tahu goreng khas dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Produksi tahu tradisional ini sudah berlangsung sejak awal abad ke-20. Salah satu produsen legendarisnya adalah Tahu Bungkeng, yang berdiri sejak sekitar 1917.
Ada pun ciri khas dari tahu ini, yakni:
- Tahu Sumedang berukuran sekitar 2,5–3 cm x 3 cm.
- Warna luar menjadi kecokelatan ketika digoreng, tetapi isinya tetap lembut dan kenyal.
- Rasanya gurih dan tekstur kulit tahu agak renyah. Air dari daerah seperti tampomas di Sumedang disebut berpengaruh terhadap tekstur tahu.
Ada banyak tempat legendaris menyajikan tahu Sumedang untuk dijadikan oleh-oleh, seperti Tahu Palasari, Tahu Bungkeng, Tahu Sindang Sari, dan lainnya. Tahu Sumedang tidak hanya dikonsumsi mentah atau goreng saja, tetapi juga sering disajikan bersama sambal taoco, sambal tomat, dan dijadikan sebagai oleh-oleh.
2. Tahu Tek Surabaya, Sensasi Bumbu Petis yang Khas
Tahu Tek adalah jenis tahu khas Surabaya, muncul sejak 1960-an. Warung legendaris seperti Tahu Teck Pak H. Ali telah berdiri sejak 1962. Nama “Tek” atau "Tek-tek" berasal dari suara gunting yang digunakan untuk memotong tahu goreng, kentang, dan lontong, yaitu bunyi "tek-tek-tek"
Baca Juga: Tindak Truk Tanah yang Meresahkan, Dishub Batam Gandeng Satlantas
Ada pun bahan utama tahu tek meliputi tahu goreng, lontong, kentang goreng, kecambah, telur, irisan mentimun, dan kerupuk udang. Semua disiram dengan bumbu petis yang menjadi identitas rasa tahu tek.
Rasa sausnya manis-gurih-pedas tergantung penambahan cabai dan komposisi petis serta kacang. Warung Pak Ali misalnya menjaga resep petisnya agar tetap otentik.
Tahu Sumedang dan Tahu Tek Surabaya adalah dua contoh bagaimana satu bahan sederhana, yakni tahu dapat berkembang menjadi ikon kuliner yang membawa karakter budaya lokal masing-masing daerah. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak