Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ini Cara Kerja Drone Iron Dome Milik Israel Melindungi Serangan dari Langit

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 27 November 2025 | 15:47 WIB
ILUSTRASI cara kerja iron dome dalam menghadapi serangan rudal ke Israel. F Unpacked.
ILUSTRASI cara kerja iron dome dalam menghadapi serangan rudal ke Israel. F Unpacked.

Batampos - Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek buatan Israel yang dirancang untuk mencegah serangan roket, mortir, dan proyektil yang ditembakkan ke wilayah sipil di negara itu. Sejak mulai beroperasi 2011 lalu, sistem ini telah digunakan untuk menangkal ribuan serangan udara dan disebut sebagai salah satu teknologi pertahanan paling efektif di dunia.

Tak heran, Taiwan belajar dan terinspirasi dari salah satu teknologi pertahanan termodern milik Israel ini.

Nah, bagi kamu yang ingin tahu bagaimana cara kerja Iron Dome, ini dia melalui tiga komponen utama yang saling terhubung, yaitu:

- Radar deteksi

- Pusat kendali senjata

- Peluncur rudal Tamir.

Radar EL/M-2084 mendeteksi peluncuran roket hanya dalam hitungan detik, kemudian menghitung lintasan dan lokasi jatuh proyektil. Data tersebut dikirim ke pusat kendali untuk menentukan apakah roket tersebut mengancam area berpenduduk atau infrastruktur penting.

Jika roket dinilai berbahaya, pusat kendali memerintahkan peluncuran rudal Tamir ke jalur intersepsi. Rudal ini dipandu oleh radar internal dan sistem navigasi otomatis untuk mendekati target, lalu meledak dalam jarak tertentu guna menghancurkan proyektil sebelum mencapai daratan.

Jika roket diprediksi jatuh di area kosong atau laut, Iron Dome memilih untuk tidak melakukan intersepsi demi menghemat amunisi. Demikian dilansir dari DW.

Drone juga berperan mendukung operasi Iron Dome dengan memperluas cakupan pengawasan udara, memantau pergerakan roket dari area yang sulit dijangkau radar, serta memberi data visual tambahan bagi pusat kendali. Penggunaan drone membantu sistem bekerja lebih presisi dalam memetakan ancaman dan menghindari titik buta.

Baca Juga: Bulog Jamin Stok Beras di Batam–Karimun Aman Menjelang Nataru  

Iron Dome dikenal memiliki tingkat keberhasilan sekitar 85 hingga 90 persen dalam mencegat proyektil yang dianggap mengancam. Keberhasilan ini ditopang oleh pengolahan data real-time, kemampuan seleksi target, serta koordinasi radar, drone, dan rudal pencegat yang berjalan otomatis.

Meski demikian, Iron Dome memiliki keterbatasan, di antaranya tidak dirancang untuk menghadapi rudal balistik jarak jauh dan dapat kewalahan jika menghadapi serangan massal secara simultan. Biaya peluncuran rudal pencegat yang lebih tinggi dibanding roket sederhana juga menjadi tantangan tersendiri bagi Israel, tapi ini cukup membantu untuk melindungi dan meminimalisir rakyat sipil jadi korban.

Efektivitas sistem ini menjadikan Iron Dome sebagai model pertahanan udara yang dipelajari banyak negara, termasuk Amerika Serikat, India, dan Jepang, dan terbaru Taiwan.

Prinsip intersepsi selektif, integrasi drone, serta akurasi sistem menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem serupa di berbagai negara maju yang rentan perang. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Cara Kerja Iron Dome #Iron Dome #Teknologi Pertahanan #Iron Dome Israel