Batampos - Kota Chongqing di Tiongkok tengah menjadi magnet baru bagi wisatawan dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh konten viral di media sosial yang menampilkan monorel menembus gedung apartemen, jembatan pejalan kaki di lantai 13, hingga deretan bangunan yang berdiri di atas perbukitan.
Menurut platform perjalanan Fliggy, pemesanan tiket pesawat dari Asia Tenggara ke Chongqing selama libur Festival Perahu Naga di Mei lalu, melonjak lebih dari enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan minat itu juga sejalan dengan data Klook yang mencatat kenaikan permintaan hampir 12 kali lipat ke Chongqing sepanjang 2025 ini.
Chongqing mendapat sorotan berkat perpaduan antara wisata alam seperti Three Gorges dan Dazu Rock Carvings, serta arsitektur futuristik yang membuatnya dijuluki "kota cyberpunk". Popularitas tersebut banyak digerakkan oleh wisatawan Gen Z yang kini lebih mengandalkan rekomendasi media sosial.
Klook Travel Pulse mencatat 79 persen wisatawan milenial dan Gen Z menggunakan media sosial sebagai referensi utama liburan. Salah satunya Ong Chong Yu, mahasiswa asal Singapura yang mengunjungi Chongqing setelah kota itu viral karena “keajaiban 8D”, istilah untuk menggambarkan struktur kota yang bertingkat mengikuti kontur pegunungan. " Untuk pindah dari satu jalan ke jalan lain, harus naik turun gunung. Lantai pertama sebuah gedung bisa jadi lantai ke-15 gedung lain," ujarnya seperti dikutip dari CNBC, Senin (1/12/2025)
Akses Mudah dan Fasilitas Meningkat
Selain daya tarik visual, peningkatan fasilitas turut mendorong lonjakan wisatawan. Trip.commenyebut Chongqing menawarkan ragam aktivitas yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok usia, dari pemandangan Sungai Yangtze hingga tempat-tempat populer yang viral di internet.
Meski jumlah wisatawan meningkat dibanding 2018, Ong menilai manajemen keramaian Chongqing lebih baik sehingga perjalanan tetap nyaman.
Pemerintah kota juga tengah memperkuat sistem transportasi untuk mempermudah akses masuk dan keluar Chongqing. Rute udara dan kereta dari kota besar seperti Beijing dan Chengdu diperluas, sementara pusat layanan satu pintu di Bandara Internasional Jiangbei dan Stasiun Kereta Chongqing North kini menyediakan penitipan bagasi dan pusat informasi bagi turis.
Dekat dan Bebas Visa, Asia Tenggara Jadi Pasar Utama
Kedekatan geografis dan kebijakan bebas visa Tiongkok untuk Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand menjadi faktor penting melonjaknya kunjungan dari kawasan Asia Tenggara. Trip.commenyebut pemesanan hotel dari wisatawan Thailand meningkat lebih dari lima kali lipat. Sementara itu, Klook mencatat wisatawan Singapura dan Malaysia menjadi penyumbang terbesar, diikuti Thailand dan Indonesia.
Baca Juga: Sadis Tiga Hari Disiksa, Empat Tersangka Pembunuhan Putri Ditahan Polisi
Tren bepergian ke Tiongkok tidak hanya terjadi di Chongqing. Penelitian Klook Travel Pulsemenunjukkan Tiongkok daratan kini menjadi destinasi wajib bagi milenial dan Gen Z, berada tepat di bawah Jepang.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh beragam pengalaman budaya yang mudah ditemukan, seperti sesi foto bertema dengan busana tradisional Han dan layanan rias lengkap yang ramai di media sosial. Pertunjukan gong yan, festival yang memadukan jamuan makan dan pertunjukan seni juga semakin diminati berkat harga terjangkau dan nilai tukar yuan yang menguntungkan wisatawan Asia Tenggara.
Dengan kombinasi daya tarik visual, kemudahan akses, dan pengalaman budaya yang unik, Chongqing dan Tiongkok secara keseluruhan diprediksi akan terus menjadi destinasi favorit wisatawan Asia. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak