Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Viral, Ini 6 Pelajaran Hidup dari Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

Chahaya Simanjuntak • Senin, 8 Desember 2025 | 20:46 WIB

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025).
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025).

Batampos - Film Agak Laen: Menyala Pantiku karya Imajinari menjadi salah satu film viral dan paling diminati di Indonesia di penghujung 2025 ini. Sejak dirilis, film ini sudah ditonton 5,3 juta orang di Indonesia dan Malaysia dalam 11 hari penayangan.

Sama seperti Agak Laen pertama yang dirilis 2024 lalu, film yang dibintangi Bene Dion Rajagukguk, Boris Bokir Manullang, Oki Rengga, dan Indra Jegel ini meski tetap menghadirkan perpaduan komedi 'agak lain' alias absurd mereka tapi juga tetap menghadirkan scene yang kaya nilai moral.

Ada pun nilai moral yang bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup yang sangat relevan dengan realitas sehari-hari  dari film ini, yakni:

1. Persahabatan Tumbuh dari Kekacauan

Empat sekawan yang terdiri dari Bene, Oki, Jegel, dan Boris merupakan polisi di wilayah Yamakarta. Bermula dari salah tangkap, mereka menghadapi tugas yang paling berat supaya tidak dipecat. Dalam hal ini, kerap mereka selisih paham. Jegel si asal bunyi dan Bene yang suka memberi pernyataan 'pedas' saat lagi marah, membuat empat sekawan ini berantem. Tapi ujung-ujungnya, mereka baikan lagi dan saling mendukung saat salah satu di antara mereka menghadapi 'badai' dalam rumah tangga atau personal.

Baca Juga: Ujian SAS Online di Batam Libatkan 133 Sekolah dan 187 Ribu Siswa  

2. Saat Kalut, Kita Bisa Melukai Seseorang

Koh Acim, yang diperankan Chew Kin Wah menggambarkan sosok yang kalut, karena putrinya menjadi korban pelecehan dari seseorang. Bahkan pelaku itu menawarkan uang supaya koh Acim tutup mulut atas kematian putrinya. Namun, dia menolak dan tetap mau melaporkan si pelaku ke polisi. Dia pun dihadang. Kalut, dan akhirnya bertindak di luar kebiasaan untuk menyelamatkan diri dari pisau tajam.

Dalam hidup, memproses emosi itu penting. Saat menghadapi tekanan besar, sebaiknya jangan panik atau kalut, supaya tidak melukai orang lain.

3. Support Terbaik Adalah Teman yang Tulus

Keempat sekawan ini punya masalah hidup masing-masing. Oki yang istrinya mau melahirkan, Boris yang sedang proses sidang cerai, Jegel yang membiayai ibunya di kampung, Bene yang kesulitan membiayai kuliah adeknya, hingga Linda si pemilik panti asuhan yang mulai kekurangan dana membiaya para penghuni panti. Namun, saat dari mereka masing-masing terbeban oleh masalah hidup, namun mereka bisa menjadi teman yang tulus, tidak adu nasib, tapi tetap setia mendampingi di titik terendah masing-masing.

4. Memaafkan Meski Disalahpahami

Saat tugas penyamaran di panti, ada beberapa penghuni yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Saat salah satu tertuduh, meski benar adanya, tapi mampu meminta maaf  demi kesehatan mental diri sendiri dan orang lain sangat disarankan. Melihat dari sisi pelaku juga ada baiknya.

Baca Juga: CV Ria Jaya Mandiri Perkenalkan T-OPT di Batam, Suku Cadang Berkualitas dari Toyota dengan Harga Terjangkau

5.Dedikasi Tak Sepenuhnya Dihargai

Saat keempat sekawan ini menghadapi kegagalan karir di misi terakhir mereka, salah satu dari mereka menyebutkan "Mengabdi tidak harus menjadi polisi". Itu menjadi frasa bagi dedikasi mereka yang tak sepenuhnya dihargai. Mereka dipecat.

Dalam kehidupan sehari-hari, meski Anda sudah melakukan segala yang kamu bisa, belum tentu kamu dihargai, bahkan bisa disanksi.

6. Susah tapi Tidak Mau Memanfaatkan Situasi

Saat sudah dipecat dan menghadapi masalah keuangan, keempat sekawan mendapat mandat dari Koh Acim untuk mencari dan mengambil koper berisikan duit yang ternyata ada di bawah pohon di depan masjid. Scene pencarian ini mengundang gelak tawa penonton di saat Bene dan Boris datang ke masjid dengan berpakaian ala habib dan gus.

Lewat 'kotbah' yang disampaikan Gus Bene di masjid itu, terkait halal dan haram, nilai moral yang dapat dipetik yakni: meski Anda mengalami kesusahan, selalulah mencari rezeki yang berkah. Apakah Anda sudah menonton film ini? (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#pelajaran hidup #Sinema Terbaik Indonesia #sinema #Agak Lain Menyala Pantiku