Rasa Panas Lalu Mendadak Keringat Berlebih Saat Menopause? Kenali Penyebab dan Cara Meringankan dengan Terapi non-Hormonal
Chahaya Simanjuntak• Kamis, 18 Desember 2025 | 20:34 WIB
ILUSTRASI hot flashed atau mendadak berkeringat malam pada manita menopause.
Batampos - Banyak wanita mengalami gejala seperti rasa panas mendadak (hot flashes) dan keringat malam berlebih (night sweats) selama masa menopause. Meski sering dianggap hal biasa, gejala ini bisa mengganggu kualitas hidup dan tidur.
Kini ada pendekatan non-hormonal terbaru yang membantu meringankannya tanpa terapi hormon tradisional.
Hot flashes adalah sensasi panas tiba-tiba yang biasanya muncul di wajah, leher, dan dada. Sedangkan Night sweatsmerupakan versi yang terjadi saat tidur, membuat perempuan terbangun karena berkeringat deras tanpa penyebab eksternal. Kedua gejala ini merupakan bagian dari perubahan hormon saat menopause.
Selama bertahun-tahun, terapi hormon menjadi pilihan utama guna meredakan keluhan ini. Namun karena risiko tertentu, seperti riwayat kanker payudara atau gangguan kardiovaskular, banyak wanita mencari alternatif tanpa hormon.
Evolusi Perawatan dari Terapi Hormon ke Obat Non-Hormon
Perawatan menopause telah berkembang drastis sejak dulu. Dulu, hormon dipandang sebagai solusi utama, tetapi hasil studi besar seperti yang dilakukan 2002 lalu, menunjukkan terapi hormon bisa saja meningkatkan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Hal ini membuat banyak wanita menunda atau menghindari terapi hormonal.
Namun kini ada perkembangan penting. Yakni terapi non-hormon yang menargetkan gejala panas mendadak dan keringat malam tanpa memperkenalkan hormon estrogen. Obat-obat ini bekerja dengan memengaruhi jalur saraf dan regulasi suhu tubuh di otak.
Ini, menjadi sebuah pendekatan yang membantu perempuan yang tidak dapat atau memilih untuk tidak menggunakan terapi hormon.
Berikut beberapa pilihan terapi non-hormon yang biasa dipertimbangkan, seperti dikutip dari Channel News Asia, yakni:
1. Obat Diresepkan oleh Dokter
Beberapa obat non-hormon telah digunakan untuk mengatasi hot flashes dan night sweats, termasuk:
Antidepresan seperti SSRI atau SNRI
Antikonvulsan seperti gabapentin
Obat peredam hot flashes yang disetujui FDA, seperti fezolinetant (Veozah) Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan efek samping sebelum memilih resep yang tepat.
2. Perubahan Gaya Hidup
Perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga bisa membantu mengendalikan gejala:
Hindari pemicu panasseperti makanan pedas, kafein, dan alkohol
Jaga suhu kamar tidur tetap sejukuntuk meminimalkan night sweats
Kenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat
Kelola stres dan pola tidur yang sehat Langkah-langkah ini tidak hanya membantu gejala vasomotor, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara umum.
3. Terapi Suplemen dan Pendekatan Alami
Beberapa perempuan melaporkan manfaat dari pendekatan alami, seperti dikutip dari Mayo Clinic, yakni:
Makanan kaya fitoestrogen(misalnya kedelai, flaxseed)
Teh herbal atau suplemen tertentuyang dapat membantu menenangkan tubuh
Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga Walau tidak semua suplemen terbukti secara ilmiah, banyak yang merasa gejala lebih ringan setelah mencobanya.
Namun, jika kedua kondisi itu masih mengganggu aktivitas harian, tidur, atau kualitas hidup secara keseluruhan, sangat dianjurkan kembali berkonsultasi dengan tenaga medis. Dokter dapat membantu menentukan pendekatan yang paling tepat berdasarkan kondisi kesehatan tiap individu. (*)