Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fenomena Zero Post di Kalangan Gen Z, Mengapa Anak Muda Kini Jarang Posting?

Juliana Belence • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:35 WIB
Fenomena Zero Post yang ramai dikalangan Gen Z.
Fenomena Zero Post yang ramai dikalangan Gen Z.

batampos - Fenomena Zero Post mengacu pada tren di mana pengguna terutama dari generasi Z. Zero Post memilih untuk tidak memposting atau jarang posting konten di feed media sosial mereka.

Biasanya profil terlihat kosong atau hampir tanpa unggahan. Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku digital yang signifikan dibandingkan dengan praktik oversharing yang populer pada era sebelum Gen Z.

Istilah ini berkembang di kalangan budaya internet setelah penulis The New Yorker Kyle Chayka menulis tentang kecenderungan mengurangi berbagi momen pribadi secara daring dalam esainya tentang "Posting Zero".

Generasi Z (Gen Z) adalah generasi yang lahir sekitar 1997 - 2012. Dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital dan media sosial sejak kecil.

Tren Zero Post menunjukkan fenomena paradoks, banyak dari mereka mulai menarik diri dari pandangan publik di media sosial.

Penyebab Fenomena Zero Post

Ada beberapa penyebab fenomena Zero Post, dikutip dari Republic World:

1. Jenuh bermedia sosial

Gen Z merasa terbebani oleh kebutuhan untuk selalu tampil sempurna di media sosial. Banyak dari mereka memilih diam daripada terus berusaha memenuhi standar estetika atau engagement.

2. Tekanan sosial

Media sosial menjadi ajang kompetitif. Pengguna mengejar likes, komen, atau penampilan yang menarik.

3. Jejak digital

Keamanan dan jejak digital membuat Gen Z tidak memposting kegiatan sehari - hari mereka. Gen Z khawatir privasi mereka tersebar.

4. Perubahan fungsi media sosial

Gen Z sering mengonsumsi konten daripada membuatnya. Mereka tetap online untuk menonton video, membaca postingan, atau mengikuti orang lain.

Enggan mempublikasikan konten mereka sendiri karena merasa tidak perlu memiliki profil yang aktif atau ekstrovert secara digital.

5. Mengambil kontrol emosional dan otonomi digital

Zero Post merupakan bentuk kontrol diri terhadap identitas digital mereka. Bukan sekadar berhenti posting, tetapi menolak narasi bahwa hidup yang baik harus dipamerkan secara daring.

Fenomena Zero Post menjadi strategi untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan offline dan online.

Penurunan postingan asli manusia dapat menyebabkan feeds diisi oleh konten yang lebih komersial, iklan, atau bahkan konten buatan AI yang makin membuat pengalaman sosial terasa kurang manusiawi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda tengah redefinisi nilai dan tujuan penggunaan media sosial di era pasca highlight reel.(*)

 

Editor : Juliana Belence
#Zero Post #Gen Z #media sosial #fenomena