batampos - Scroll smartphone tanpa henti secara tidak sadar menimbulkan fenomena yang tidak baik bagi pengguna.
Pengguna terus membuka konten di platform seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts.
Kebiasaan ini bukan acak, tetapi berasal dari desain yang disengaja dalam antarmuka aplikasi bernama infinite scrolling.
Infinite scrolling merupakan pola desain antarmuka di mana konten baru otomatis dimuat saat pengguna menggulir ke bawah tanpa henti yang membuat pengguna tidak perlu menekan tombol “halaman berikutnya”.
Teknik ini diaplikasikan di aplikasi media sosial dan situs web untuk membuat pengalaman browsing terasa mulus dan tanpa akhir.
Fenomena ini memanfaatkan psikologi manusia untuk meningkatkan keterlibatan pengguna (engagement).
Dampak Kebiasaan Pengguna
Fenomena ini memberikan perilaku ringan, dikutip dari Interaction Design Foundation:
- Memperpanjang durasi penggunaan media sosial secara tidak sadar.
- Meningkatkan ketergantungan psikologis pada konten online karena rangsangan tak henti dan gratifikasi instan.
- Menurunkan kesadaran fokus dan waktu.
Infinite scrolling dapat membuat pengguna mengalami disosiasi normatif, keadaan seseorang terlalu terserap dalam aktivitas dan kehilangan kesadaran waktu atau konteks.
Fenomena scroll tanpa henti yang sering kita alami di reels dan media sosial lainnya sebetulnya bukan sekadar kebiasaan, tetapi hasil dari infinite scrolling.(*)
Editor : Juliana Belence