Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

NVIDIA Kenalkan Teknologi AI Lokal Berbasis RTX 50 Series di Piolibatam

Arjuna • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:30 WIB
County Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, saat memberikan pemaparan literasi AI di Politeknik Negeri Batam. F. Arjuna/Batam Pos
County Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, saat memberikan pemaparan literasi AI di Politeknik Negeri Batam. F. Arjuna/Batam Pos

batampos - NVIDIA memperkuat komitmennya dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui kolaborasi teknologi dengan Politeknik Negeri Batam, Kamis (8/1). Dalam kegiatan media briefing dan presentasi teknologi di kampus tersebut, perusahaan global itu memperkenalkan lini terbaru GeForce RTX 50 Series, yang mengusung kemampuan pemrosesan AI lokal tanpa koneksi internet.

Acara ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, tetapi langkah strategis untuk memperluas literasi kecerdasan artifisial (AI) di kalangan akademik, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga peneliti.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyebut, perkembangan AI kini memasuki fase pemanfaatan yang lebih personal dan aman. Banyak layanan AI umum, katanya, masih bergantung pada cloud sehingga memicu kekhawatiran soal privasi data.

“Solusi AI dalam GeForce RTX 50 Series dapat berjalan secara lokal di perangkat pengguna. Seluruh data interaksi tetap berada di PC user, sehingga aman dari risiko penyaluran data ke server eksternal,” kata dia.

AI seharusnya tidak dipandang sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas, tetapi alat pendamping berpikir yang mendukung produktivitas.

“Talenta digital Indonesia harus punya mindset yang benar dalam menggunakan AI. Bukan untuk meng-outsourcing otak, tapi untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berinovasi,” katanya.

Politeknik Negeri Batam menyambut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset AI di kampus. Kepala Jurusan Teknik Informatika, Ahmad Hamim Thohari, mengatakan, AI telah menjadi sarana penting bagi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata.

“AI mendukung produktivitas, tetapi tetap memerlukan sentuhan manusia. Kolaborasi manusia dan AI justru meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan solusi dari masalah kompleks,” ujar Hamim.

Sekretaris Jurusan Teknik Informatika, Miratul Khusna Mufida, juga menyampaikan pentingnya literasi AI bagi generasi muda. “AI tidak akan menggantikan manusia. Tetapi mereka yang tidak memahami AI akan tergantikan oleh mereka yang melek AI. Karena itu, mahasiswa harus memahami bagaimana AI bekerja dan bagaimana memanfaatkannya,” lanjutnya.

Ia mencontohkan sejumlah proyek mahasiswa Polibatam yang telah memanfaatkan AI, seperti aplikasi navigasi parkir dan deteksi pengendara tanpa helm, deteksi korban bencana, penyaring sampah laut, hingga sistem seleksi perkawinan domba di peternakan lokal.

Melalui sesi workshop dan demo perangkat, NVIDIA menampilkan kemampuan GeForce RTX 50 Series berbasis arsitektur Blackwell. Seri ini dirancang untuk mempercepat komputasi paralel, simulasi, pemodelan data, hingga pengembangan aplikasi AI secara langsung dari laptop tanpa server.

Beberapa keunggulan utamanya meliputi: akselerasi studi 45× lebih cepat untuk fine-tuning model AI, pengalaman gaming 15× lebih cepat dengan dukungan ray tracing dan DLSS 4, pengerjaan konten kreatif 10× lebih cepat berkat ekosistem NVIDIA Studio, fitur NVIDIA Broadcast untuk kebutuhan video conference dan konten, serta teknologi AI lokal melalui TensorRT-LLM, yang memungkinkan penggunaan LLM tanpa internet.

Produk RTX 50 Series ini hadir pada sejumlah lini laptop dan desktop mitra seperti MSI, HP, Acer, Lenovo, hingga Axioo, serta GPU standalone seperti MSI Ventus 2X OC dan Colorful iGame. (*)

Editor : M Tahang
#polibatam #Nvidia