batampos - Desain controller PlayStation generasi mendatang berpotensi berubah drastis. Sony Interactive Entertainment diketahui telah mematenkan kontroler berbasis layar sentuh penuh.
Pemain memungkinkan mengatur letak dan bentuk tombol virtual secara bebas. Ini menjadi sebuah pendekatan yang belum pernah diterapkan pada kontroler PlayStation sebelumnya.
Dokumen paten pertama kali diajukan pada 2023 dan dipublikasikan pada awal 2026. Ini memberikan gambaran tentang bagaimana kontroler PlayStation masa depan bisa berubah secara drastis.
kontroler tersebut tidak lagi menggunakan tombol tetap seperti D-pad, analog stick, dan tombol aksi tradisional.
Seluruh permukaan atas kontroler dirancang sebagai layar sentuh adaptif yang memungkinkan pemain memasang, memindahkan, memperbesar, memperkecil, atau bahkan menghapus tombol virtual berdasarkan kebutuhan permainan dan kenyamanan pribadi mereka.
Paten ini menekankan bahwa pendekatan kontrol yang dapat diubah bertujuan untuk mengatasi keterbatasan layout tetap yang mungkin tidak nyaman bagi semua ukuran tangan atau gaya bermain.
"Ide penggunaan sensor tekanan dan sensor panas di permukaan layar untuk membedakan input sengaja dari sentuhan tidak disengaja, sehingga bisa menjaga akurasi saat bermain," kata Sony, dikutip dari Dexerto, Senin (9/2).
Dokumen paten juga mengusulkan fitur identifikasi pengguna.
Kontroler mungkin dapat mengenali siapa pemegangnya secara otomatis dengan menerapkan layout tombol favorit pemain yang tersimpan sebelumnya.
Ini bisa memudahkan akses cepat tanpa perlu memetakan ulang setiap kali kontroler dipakai oleh orang berbeda.
Namun, para analis menekankan bahwa paten bukanlah jaminan bahwa produk ini benar - benar akan diproduksi atau dipasarkan.
Banyak desain yang dipatenkan Sony dan perusahaan lainnya tetap hanya menjadi ide riset tanpa pernah sampai ke rak toko.
Paten ini memberi wawasan mengenai arah eksplorasi teknologi kontroler masa depan, khususnya kemungkinan perubahan besar pada kontroler generasi berikutnya seperti untuk PlayStation 6 atau perangkat tambahan baru.(*)
Editor : Juliana Belence