batampos - Kabar duka datang dari dunia aktivisme dan musik Indonesia.
John Tobing, pencipta lagu legendaris Darah Juang, meninggal dunia pada Rabu (25/2), sekitar pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Yogyakarta.
Profil dan Perjalanan Kariernya
Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing lahir di Binjai, Sumatra Utara, pada 1 Desember 1965. Sudah memiliki minat pada musik dan belajar gitar sejak kelas 5 SD.
John adalah anak ketiga dari delapan bersaudara dari pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga.
Perjalanan hidupnya tidak mulus sejak awal. Ia sempat tidak lulus di SMA Santo Thomas Yogyakarta karena kenakalan remaja, namun menyelesaikan pendidikannya di SMA Katolik Banjarmasin.
Diterima kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1986. John aktif di kampus dalam berbagai organisasi mahasiswa dan aksi sosial.
Ia bahkan terlibat dalam gerakan aksi solidaritas Waduk Kedung Ombo (1989 - 1991), Kusumanegara Berdarah, dan Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY).
John memiliki lagu legendaris berjudul Darah Juang (1991 - 1992).
Lagu Darah Juang menjadi karya musik yang tak terpisahkan dari sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia, terutama era reformasi 1998 pada saat demonstrasi mahasiswa.
John Tobing dikenang bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai maestro perjuangan yang memberi semangat dan suara bagi aspirasi rakyat.
Editor : Juliana Belence