Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kontroversi Grammarly, Fitur AI Diduga Gunakan Identitas Ahli Tanpa Izin

Juliana Belence • Minggu, 8 Maret 2026 | 12:30 WIB

Grammarly membuat resah dengan fitur AI terbarunya.
Grammarly membuat resah dengan fitur AI terbarunya.

batampos - Grammarly tengah menghadapi kritik dari sejumlah jurnalis dan akademisi setelah peluncuran fitur baru yang disebut “Expert Review.”

Fitur ini dirancang untuk memberikan saran penulisan kepada pengguna dengan sudut pandang yang dikaitkan dengan tokoh atau pakar tertentu.

Namun, banyak dari mereka tidak pernah memberikan izin untuk digunakan dalam sistem tersebut.

Kontroversi mulai mencuat setelah sejumlah reporter menemukan bahwa identitas mereka muncul sebagai “pakar” yang memberikan komentar terhadap tulisan pengguna.

Padahal para jurnalis tersebut mengaku tidak pernah bekerja sama dengan Grammarly atau menyetujui penggunaan nama dan gaya penulisan mereka dalam fitur.

Fitur Expert Review dirancang untuk menganalisis teks pengguna dan memberikan kritik atau saran yang seolah - olah berasal dari perspektif tokoh tertentu, seperti penulis terkenal, jurnalis teknologi, atau akademisi.

Pada kenyataannya komentar sepenuhnya dihasilkan oleh sistem AI yang meniru gaya atau pendekatan para tokoh tersebut berdasarkan karya publik mereka.

Kritik semakin kuat setelah diketahui bahwa sistem juga meniru perspektif sejumlah ilmuwan dan penulis yang sudah meninggal dunia.

Beberapa akademisi menilai praktik ini tidak etis, karena memanfaatkan nama serta reputasi ilmuwan untuk meningkatkan kredibilitas produk AI tanpa persetujuan mereka atau keluarga mereka.

Para pakar hukum dan teknologi menyoroti potensi masalah hukum dari praktik ini.

Penggunaan nama dan identitas seseorang dalam produk komersial tanpa izin dapat melanggar hak identitas (right of publicity).

Kasus ini bisa menimbulkan persoalan hak cipta jika sistem AI dilatih menggunakan karya mereka tanpa lisensi yang jelas.

"Terinspirasi dari karya para ahli yang tersedia secara publik," ujar Grammarly, dikutip dari Decrypt, Minggu (8/3).

Perdebatan mengenai etika penggunaan identitas manusia oleh teknologi AI diperkirakan akan terus berlanjut seiring berkembangnya sistem kecerdasan buatan dalam industri digital.(*)

Editor : Juliana Belence
#sistem #Fitur AI #Expert Review #reporter #kontroversi #Grammarly