batampos - OpenAI dilaporkan menghentikan pengembangan model AI video Sora meski sebelumnya sempat menjadi salah satu inovasi paling viral di dunia kecerdasan buatan.
Keputusan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biaya operasional tinggi hingga perubahan strategi bisnis perusahaan di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat.
"Kami mengucapkan selamat tinggal pada aplikasi Sore. Kepada semua orang yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya terima kasih," tulis postingan X@soraofficialapp, Senin (30/3).
Jadwal penutupan aplikasi dan API detail akan segera diinformasikan lebih lanjut. Model video yang digunakan Sora membutuhkan daya komputasi jauh lebih besar dibanding teks atau gambar.
Sora dilaporkan tidak menghasilkan keuntungan dan bahkan merugi besar. Bahkan ada laporan bahwa Sora bisa kehilangan hingga $1 juta per hari.
Unduhan popularitas Sora tidak bertahan lama. Unduhan turun signifikan dalam beberapa bulan.
Sora juga menghadapi banyak masalah terkait copyright dan penyalahgunaan konten. AI menghasilkan video dengan karakter berhak cipta.
Risiko deepfake dan konten menyesatkan yang membuat adanya kritik dari industri kreatif. Ini menjadi tekanan besar bagi OpenAI untuk membatasi atau menghentikan produk.
OpenAI memutuskan untuk mengalihkan proyek ke yang lebih penting. Penutupan Sora dianggap sebagai langkah strategis agar tidak mengalihkan sumber daya.
Pasar AI video semakin dengan banyak pemain besar, seperti Google, ByteDance, dan startup AI video lainnya.
Kondisi tersebut membuat posisi Sora semakin tertekan dalam mempertahankan keunggulan di pasar.
Beberapa analis juga menilai langkah ini berkaitan dengan rencana jangka panjang OpenAI untuk memperkuat bisnisnya, termasuk kemungkinan menuju penawaran saham perdana (IPO).
Produk yang tidak menghasilkan keuntungan dinilai perlu dihentikan demi efisiensi dan stabilitas perusahaan.(*)
Editor : Juliana Belence