Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Peti Kemas Batuampar Tampung 900.000 TEUs per Tahun

Fiska Juanda • Jumat, 10 Mei 2024 | 10:44 WIB

Direktur Utama Persero Batam Arham S Torik memperlihatkan rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Direktur Utama Persero Batam Arham S Torik memperlihatkan rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
batampos - Pengem­ba­ngan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar terus dilakukan. Saat ini, pengembangan yang sedang dilakukan adalah perluasan Container Yard (CY). Cakupan luas CY Pelabuhan Peti Kemas Batuampar dari 3,8 hektare menjadi 12 hektare. Perluasan ini dapat meningkatkan kapasitas Pelabuhan Peti Kemas Batuampar dari 350.000 TEUs per tahun menjadi 900.000 TEUs per tahun.

Pengembangan container yard ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Persero dengan PT Waskita Beton Precast Tbk. Direktur Utama Persero Batam Arham S Torik menyebut, kerja sama ini adalah langkah bersejarah dalam pengem-bangan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar.

”Acara ini bertepatan dengan hari jadi Persero Batam ke-51 tahun. Ini momen penting,” sebut Arham.

Arham mengatakan, pemba­ngunan ini tahapan menuju Pelabuhan Peti Kemas Batuampar menjadi hub internasional. Tahun depan, kata Arham, Pelabuhan Batuampar dapat menampung 900ribu TEUs. Namun, begitu tahapan ketiga dari langkah PT Perse­ro selesai, Pelabuhan Batuampar dapat menampung hingga 2 juta TEUs.

Berdasarkan data dari PT Persero, transformasi tahap I Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yakni mengoperasikan satu unit Ship to Shore (STS) Crane dan 2 unit HMC (Mobile Harbor Cranes) untuk melayani bongkar muat kapal peti kemas.

Sejak dioperasikan satu unit STS crane dan 2 HMC, produktivitas di Pelabuhan Petikemas Batuampar meningkat. Awalnya hanya 8 box per jam, sekarang menjadi 24 box per jam.

”Sehingga waktu sandar kapal menjadi lebih cepat,” tuturnya.

Peningkatan produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar ini, telah sesuai dengan standar internasional. Sehingga, Terminal Petikemas Batuampar dapat melayani kapal direct call internasional.  


Tahap II direncanakan dioperasikan 5 unit STS crane dan 12 unit  Rubber Tyred Gantry Crane (RTG). Selain itu, juga akan dibangun container yard seluas 12 hektare.  ”Kami rencanakan tahap II ini pada tahun 2025,” jelasnya.

Lalu, tahap III pada tahun 2028, Persero Batam akan mengembangkan terminal dengan kapasitas 2 juta TEUs.

Pengembangan container yard ini dikerjakan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk. Waskita akan mengerjakan proyek ini selama 16 bulan, dengan nilai kontrak sebesar Rp360 miliar. ”Kami akan melaksanakan pembangunan CY dan infrastruktur pendukungnya. Semuanya akan kami kerjakan sesuai kualitas yang dijanjikan, dan waktu yang telah disepakati,” kata President Director Waskita, FX Poerbayu Ratsunu.

Luas area yang menjadi lingkup pekerjaan Waskita, yakni sebesar 12 hektare, yang terdiri dari 9,98 hektare untuk pembangunan CY dan infrastruktur pendukung, dan 2,2 hektare untuk perbaikan CY.

”Proyek ini memberi banyak manfaat bagi Batam, karena ikut berperan memodernisasi Pelabuhan Batuampar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Poerbayu.

Ia mengatakan, akan memberikan yang terbaik, dalam pembangunan container yard. Poerbayu percaya container yard akan menjadi salah satu tonggak sejarah perekonomian di Batam. ”Waskita akan menjadi bagian itu semua.Kami bangga akan hal itu,” tutur Poerbayu.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan E-nergi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Jodi Mahardi mengatakan, pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar adalah salah satu program strategis pemerintah. Bahkan, kata Jodi, Kemeko Marves memberikan instruksi khusus pembangunan pelabuhan tersebut.

”Sebagian Indonesia itu adalah laut. Pelabuhan ini menjadi sangat penting. Langkah transformasi pembangunan infrastruktur kami dukung dan kawal. Pembangunan Peti Kemas Batuampar memberikan harapan baru dan dapat menjadi aktivitas perdaga-ngan,” ungkapnya.

Ia berharap, pembangunan ini dapat berjalan hingga tahap ketiga. Sehingga,memberikan dampak secara luas terhadap perekonomian Batam dan nasional. ”Salah satunya adalah efisiensi biaya. Batam menja-di kunci prioritas kami dan kami dorong menjadi salah satu poros dunia dan bersaing dengan pelabuhan lainnya,” tutur Jodi.

Wakil Presiden Eksekutif Senior PT Persero Batam, Muhammad Iqbal, mengatakan, pengembangan ini akan semakin menurunkan biaya logistik di Batam. Ia mengatakan, pelayaran langsung dari Batam ke negara tujuan ekspor sangat menghemat biaya logistik.

”Direct call itu hanya 400 dolar AS (USD). Sedangkan dengan skema pengiriman barang dari Batam ke Singapura lalu baru ke negara tuju-an itu biayanya USD 1.100. Bedanya sangat jauh,” ungkap Iqbal.

Ia mengatakan, keberadaan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar dan kebijakan direct call memberikan efisiensi yang luar biasa. Apalagi jika nantinya Pelabuhan Batuampar dapat menangani 2 juta peti kemas. ”Sangat luar biasa hitungan efisiensinya,” ungkap Iqbal. (*)

Editor : Putut Ariyotejo