Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Batam Siapkan Pinjaman Rp20 Juta Tanpa Bunga dan Jaminan, Tunggu Kesepakatan Bank

Rengga Yuliandra • Jumat, 16 Mei 2025 | 07:05 WIB
ilustrasi uang rupiah
ilustrasi uang rupiah

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) tengah mematangkan program pinjaman modal usaha tanpa bunga yang menjadi salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Kepala Dinas KUKM Batam, Hendri Arulan, mengatakan saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan bank pelat merah untuk merealisasikan program tersebut.

“Program keempat dari prioritas Wali Kota Batam adalah pinjaman modal usaha dengan bunga nol persen. Tugas kami di Dinas KUKM adalah mewujudkannya. Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Syariah Riau Kepri, tapi karena satu dan lain hal, kami juga membuka peluang kerja sama dengan bank pemerintah lainnya,” ujar Hendri, Kamis (15/5).

Ia menjelaskan, Bank Syariah Riau Kepri mensyaratkan adanya agunan dalam proses pinjaman. Sementara itu, Wali Kota Batam menginginkan agar pinjaman ini tidak disertai jaminan apa pun. Karena itu, Dinas KUKM mencari alternatif lain.

“Karena Bank Riau Kepri meminta agunan, sementara Wali Kota menginginkan program ini tanpa agunan, maka kami mencari celah lain dengan menjajaki kerja sama bersama bank pelat merah yang siap melaksanakan itu,” kata Hendri.

Program ini dirancang untuk memberikan pinjaman hingga Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan atau jaminan. Menurut Hendri, hal tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

“Beliau tidak ingin ada syarat agunan. Jadi pemerintah yang akan menanggung bunga pinjaman, sementara masyarakat hanya membayar pokoknya saja,” jelasnya.

Hendri menyebut pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait regulasi kerja sama dengan bank pelat merah. “Alhamdulillah, dari Kemendagri memperbolehkan kerja sama dengan bank pelat merah, tidak harus bank daerah. Maka dari itu, kami sedang menjajaki opsi tersebut,” ujarnya.

Meski belum ada kesepakatan resmi, ia optimistis dalam satu minggu ke depan sudah ada keputusan dari salah satu bank pemerintah yang siap melaksanakan program ini.

“Insya Allah minggu ini sudah ada kesepakatan. Setelah itu baru kita launching, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, dan kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Respon masyarakat terhadap program ini dinilai sangat positif. Banyak warga yang sudah menanyakan kapan program ini bisa dimanfaatkan.

“Banyak yang sudah tak sabar, karena mereka hanya perlu membayar pokok pinjaman saja, sementara bunga ditanggung pemerintah,” tutup Hendri. (*)

Editor : Putut Ariyo