batampos - Industri hiburan sedang gempar dengan akuisisi Netflix dan Warner Bros yang menimbulkan reaksi publik.
Bukan hanya Netflix yang ingin mengakuisisi Warner Bros, tetapi Paramount Skydance juga meluncurkan tawaran kepada Warner Bros.
Paramount Skydance resmi memberikan tawaran take over senilai US$108,4 miliar untuk mengakuisisi seluruh saham Warner Bros Discovery (WBD) pada Senin (8/12).
Paramount Skydance menawarkan US$30 per saham secara tunai yang menjadi langkah menantang kesepakatan sebelumnya dengan Netflix.
Tawaran ini memberi premi sekitar 139% terhadap harga saham WBD sebelum spekulasi pengambilalihan dari US$12,54 per saham (per 10 September 2025) menjadi US$30 per saham.
Berbeda dengan kesepakatan Netflix yang hanya menargetkan aset studio dan streaming WBD. Paramount mencakup seluruh aset, termasuk studio film, streaming, dan jaringan kabel seperti saluran TV kabel.
Paramount menegaskan bahwa tawaran tunai penuh ini berbeda dari tawaran campuran tunai dan saham dari Netflix.
Kesepakatan ini memberikan nilai lebih jelas dan cepat dengan jalur regulasi yang diyakini lebih mudah.
Tawaran ini datang hanya beberapa hari setelah Warner Bros secara resmi menyetujui kesepakatan dengan Netflix untuk studio dan aset streaming. Kesepakatan tersebut menjadi kejutan besar di dunia industri hiburan.
"Saham WBD layak mendapat kesempatan mempertimbangkan penawaran tunai superior kami," ujar CEO Paramount Skydance, David Ellison, dikutip dari The Guardian, Selasa (9/12).
Langkah ini memuncul kekhawatiran soal regulasi, karena akuisisi semacam ini berpotensi menimbulkan konsentrasi kekuasaan besar di dunia media dan streaming. Ketidakpastian apakah otoritas antitrust akan menyetujuinya.
Setelah menerima tawaran, dewan direksi Warner Bros Discovery akan mengkaji dengan seksama tawaran tersebut. Namun, mereka tidak mengubah rekomendasi mereka terhadap kesepakatan dengan Netflix.
Artinya sementara ada tawaran baru, persetujuan awal dengan Netflix tetap berlaku. Jika tawaran ini berhasil membuat gabungan Paramount Skydance dan Warner Bros membentuk raksasa hiburan yang besar.
Hal ini dapat mengubah peta persaingan global yang menghadirkan pemain besar di samping Netflix dan pesaing lainnya. Para analis juga memperingatkan risiko besar terhadap beban utang yang besar untuk membiayai akuisisi.
Belum lagi tekanan regulasi anti monopoli dan gabungan aset saluran kabel dengan model streaming modern. Nilai dan struktur penawaran yang besar dari Paramount ke Warner Bros membuat gempar industri media.
Sampai keputusan final, dunia hiburan global menantikan hasil dengan cermat.(*)
Editor : Juliana Belence