batampos - Perubahan kepemimpinan besar - besaran di tubuh Xbox memicu kekhawatiran baru di industri gim global.
Perusahaan memastikan bahwa pergantian pucuk pimpinan tidak berkorelasi dengan pengurangan tenaga kerja di jaringan studio gim mereka.
Pernyataan dikeluarkan menyusul pengumuman pada Jumat (20/2), bahwa Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming dan kepala divisi Xbox akan pensiun setelah hampir 40 tahun di perusahaan.
Sarah Bond, Presiden Xbox, juga keluar dari jabatan tersebut. Posisi pimpinan kini diambil alih oleh Asha Sharma, mantan kepala produk CoreAI Microsoft.
Matt Booty dipromosikan menjadi Executive Vice President dan Chief Content Officer yang mengawasi portofolio hampir 40 studio gim di bawah Microsoft Gaming.
"Tidak ada perubahan organisasi yang sedang berlangsung di studio kami," kata Matt Booty, dikutip dari Outlook Respawn, Minggu (22/2).
Fokusnya adalah mendukung tim yang ada serta menciptakan kondisi terbaik bagi mereka untuk menghasilkan permainan berkualitas.
Pernyataan itu bertujuan meredakan kekhawatiran soal restrukturisasi atau pemutusan kerja akibat pergantian kepemimpinan.
Sejumlah pengamat industri tetap bersikap hati-hati. Hal ini dipicu oleh sejarah perusahaan yang telah melakukan pemotongan tenaga kerja dalam skala besar sebelumnya, termasuk ribuan pengurangan staf di divisi gaming setelah akuisisi Activision Blizzard.
Pernyataan resmi ini muncul di tengah periode transisi besar di Xbox. Perusahaan juga mencoba merespons tantangan pasar seperti penurunan pendapatan unit gaming dan persaingan ketat industri.
Tim Xbox telah melalui perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir dan penekanan sekarang adalah pada stabilitas, kreativitas, dan dukungan terhadap studio dan pengembang game.
Pernyataan juga datang bersamaan dengan janji dari Asha Sharma bahwa tim Xbox akan terus memprioritaskan kreativitas manusia dan produk berkualitas.
Ditengah kekhawatiran luas soal integrasi AI dan efisiensi yang bisa berpotensi berdampak pada tenaga kerja.(*)
Editor : Juliana Belence