batampos – Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional mendapat dukungan dari kalangan akademisi.
Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Fredy Leiwakabessy, mengapresiasi kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai memiliki visi besar dan langkah konkret.
“Sosoknya low profile, tapi memiliki visi luar biasa dalam membangun ketahanan pangan. Pernyataan-pernyataannya konkret dan berbasis kerja nyata,” ujarnya usai pertemuan di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (15/4/2026).
Dalam diskusi tersebut, Fredy menilai berbagai persoalan strategis sektor pertanian ditangani secara cepat dan solutif, mulai dari irigasi, pupuk, hingga dukungan alat dan mesin pertanian.
Baca Juga: Proyek Raksasa Energi Surya di Kepri, Target Ekspor Listrik ke Singapura
“Hal-hal yang menjadi persoalan langsung dieksekusi. Ini penting untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.
Fredy menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui riset dan inovasi berbasis potensi lokal.
Universitas Pattimura, kata dia, telah mengembangkan pusat riset unggulan pangan lokal, termasuk komoditas “hutong” yang memiliki karakteristik mendekati gandum.
“Hutong ini potensial karena bisa tumbuh tanpa air dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku tepung,” ungkapnya.
Baca Juga: Bakar Empat Motor di Lubukbaja, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Selain itu, Unpatti juga mengembangkan riset pisang tongka langit yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi hilirisasi.
“Risetnya sudah sampai tahap pengolahan menjadi tepung hingga kajian genetika,” tambahnya.
Fredy berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara riset perguruan tinggi dan kebijakan pemerintah, sehingga inovasi dapat diimplementasikan secara luas.
“Kami siap berkolaborasi untuk mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan,” tutupnya. (*)
Editor : M Tahang