Panas! Sentil Termul, JK Blak-blakan: “Jokowi Jadi Presiden Karena Saya”

jpg • Dipublikasikan Minggu, 19 April 2026 | 09:30 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan pers usai menyerahkan laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). F. Salman Toyibi/Jawa Pos
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan pers usai menyerahkan laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). F. Salman Toyibi/Jawa Pos

 batampos – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, khususnya saat awal merintis karier di tingkat nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4), menyusul polemik video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang viral dan memicu beragam respons publik.

Dalam keterangannya, JK mengaku menjadi salah satu pihak yang mendorong Jokowi untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai langkah tersebut menjadi titik awal penting dalam perjalanan politik Jokowi hingga akhirnya menjadi presiden.

Baca Juga: 4 Polisi Dipecat, Terbukti Aniaya Bripda Natanael hingga Tewas

“Saya yang membawa ke Jakarta dari Solo untuk menjadi gubernur,” ujar JK.

Ia juga menegaskan bahwa kontribusinya merupakan bagian dari proses politik yang melibatkan banyak pihak, meskipun dirinya merasa memiliki peran pada fase awal tersebut.

Pernyataan JK disampaikan sebagai respons atas berbagai narasi yang berkembang di media sosial, termasuk kritik dan spekulasi terkait isi ceramahnya yang beredar luas.

Selain itu, JK menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengetahui proses tersebut. Ia mengungkap, setelah Jokowi memenangkan Pilgub DKI Jakarta, sempat ada komunikasi berupa ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

Baca Juga: Kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite Hantam Logistik Batam, ALFI Buka Opsi Berdialog

Menurut JK, keberhasilan Jokowi tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak dalam dinamika politik saat itu.

Hingga kini, pernyataan tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, seiring dengan polemik video ceramah yang sebelumnya viral. (*)

Editor : M Tahang
Jusuf Kalla Joko Widodo terapi video viral