Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kecelakaan Horor Bus ALS vs Truk Tangki, 16 Jenazah Jalani Identifikasi

Antara • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:01 WIB
Sebanyak 16 jenazah kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026) pagi pukul 05.00 WIB. ANTARA/M Imam Pramana
Sebanyak 16 jenazah kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026) pagi pukul 05.00 WIB. ANTARA/M Imam Pramana

batampos - Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Kamis (7/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

Seluruh jenazah dipindahkan dari Rumah Sakit Siti Aisyah untuk menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kabid Dokkes Polda Sumatera Selatan, AKBP Andrianto, mengatakan setibanya di rumah sakit, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin sebelum pemeriksaan dimulai.

“Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB,” ujarnya di Palembang.

Ia menjelaskan, proses identifikasi korban cukup sulit dilakukan karena sebagian besar jenazah mengalami luka bakar berat akibat kecelakaan.

Tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan ciri fisik awal, yang kemudian dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi melalui pencocokan data medis dan data primer dari pihak keluarga.

“Ini bukan soal cepat atau lambat, tetapi ketepatan identifikasi. Saat ini diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi,” katanya.

Polda Sumsel juga telah membuka posko pengaduan di RS Bhayangkara Palembang untuk membantu keluarga korban. Pihak keluarga diminta membawa identitas resmi maupun data medis pendukung guna mempercepat proses identifikasi.

Sementara berdasarkan data sementara, lima korban yang mulai teridentifikasi yakni Aryanto (48), sopir truk tangki asal Lubuklinggau, serta Martono (47), penumpang truk yang bekerja sebagai petani asal Desa Belani.

Tiga korban lainnya berasal dari bus ALS, yakni Alif (44) selaku sopir bus asal Jawa Tengah, serta dua kru bus bernama Saf (50) dan Maleh (42), yang keduanya berasal dari Medan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Musi Rawas Utara, Mugono, menyebut kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang di lokasi kejadian.

Korban terdiri atas 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kernet mobil tangki.

“Tim kami masih berada di lapangan bersama Satlantas untuk proses evakuasi. Laporan sementara ada 16 korban meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan data awal BPBD, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. Bus ALS diketahui melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.

Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus. Sopir kemudian berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.

Namun dari arah berlawanan, sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat dihindarkan.

Petugas gabungan masih fokus melakukan evakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan serta memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami luka-luka. (*)

Editor : Jamil Qasim
#bus ALS #kecelakaan maut