batampos – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membatasi pelaksanaan umrah sunnah bagi jamaah haji Indonesia maksimal tiga kali sebelum puncak ibadah haji. Kebijakan tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga menjelang pelaksanaan rangkaian ibadah utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
PPIH juga menganjurkan jamaah mengambil miqat di Masjid Aisyah Tan'im karena lokasinya lebih dekat dari hotel jamaah Indonesia dibandingkan titik miqat lainnya.
Kasi Pembimbing Ibadah PPIH Daker Makkah, Erti Herlina, mengatakan Masjid Tan’im dapat ditempuh sekitar 15 menit dari kawasan penginapan jamaah.
“Tan’im ini dekat, hanya kurang lebih 15 menit dari hotel para jamaah haji. Meskipun mereka tidak rombongan, mereka bisa melakukannya pakai taksi karena dekat,” ujar Erti, Rabu (13/5).
Selain Tan’im, titik miqat lain di sekitar Makkah berada di Ji’ranah dan Hudaibiyah. Namun, PPIH tidak menyarankan jamaah menggunakan lokasi tersebut sebelum puncak haji karena jaraknya cukup jauh dan berada di luar Kota Makkah.
“Ji’ranah itu lebih dekat ke Taif, dan itu sudah keluar dari Kota Makkah,” jelasnya.
Menurut Erti, jamaah yang mengambil miqat di luar kota juga harus melewati sejumlah pemeriksaan saat kembali masuk ke Makkah.
Selain faktor jarak, fasilitas di Masjid Tan’im dinilai lebih memadai untuk jamaah. Lokasi tersebut menyediakan shuttle bus gratis, area belanja, hingga kamar mandi yang bisa digunakan jamaah untuk mandi sunnah sebelum ihram.
“Yang belum mandi sunnah, mereka bisa mandi sunnah di sini,” katanya.
PPIH kembali mengingatkan jamaah agar tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunnah dan lebih memprioritaskan persiapan fisik menjelang puncak ibadah haji.
“Tujuan utama jamaah datang ke Tanah Suci pada musim haji adalah berhaji, bukan memperbanyak umrah sunnah,” tegasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim