Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Kereta Api

Antara • Jumat, 22 Mei 2026 | 14:50 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Harianto
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Harianto

batampos – Dudy Purwagandhi memastikan alokasi dana sebesar Rp4 triliun dari Presiden Prabowo Subianto akan digunakan untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian nasional, khususnya melalui peningkatan fasilitas perlintasan sebidang serta pembangunan flyover dan underpass di berbagai daerah.

Usai menghadiri rapat kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, Dudy mengatakan anggaran tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mendukung program peningkatan keselamatan perkeretaapian.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kebutuhan anggaran untuk penanganan perlintasan sebidang bermasalah saat ini diperkirakan sekitar Rp800 miliar.

“Bukan kurang. Presiden menganggarkan Rp4 triliun, tapi setelah perhitungan kami itu, kurang lebih hanya membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk perlintasan sebidang,” kata Dudy.

Ia menjelaskan, sisa dana dari total anggaran tersebut nantinya akan disinkronkan dengan pembangunan infrastruktur pendukung keselamatan seperti flyover dan underpass di sejumlah titik prioritas.

Baca Juga: Pemko Batam Gratiskan PBB untuk Rumah NJOP di Bawah Rp120 Juta

Pembangunan infrastruktur itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi sebanyak 1.638 lokasi yang membutuhkan penguatan fasilitas keselamatan untuk mendukung operasional perkeretaapian yang lebih andal.

“Jadi nanti mungkin sisa dananya yang Rp4 triliun itu juga kita akan sinkronkan dengan pembangunan flyover dan underpass. Itu banyak yang perlu dipasang 1.638 titik,” ujarnya.

Pemerintah berharap dukungan anggaran tersebut dapat mempercepat peningkatan standar keselamatan perkeretaapian nasional sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Menhub menyampaikan bahwa pihaknya bersama PT Kereta Api Indonesia, Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah melaksanakan Kick Off Penanganan Perlintasan Sebidang pada 5 Mei 2026.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak menyatakan komitmen bersama untuk menutup 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi serta mempercepat peningkatan keselamatan pada titik-titik prioritas nasional.

Untuk peningkatan keselamatan di 1.638 lokasi prioritas, total investasi yang disiapkan mencapai Rp842,48 miliar.

Baca Juga: Guru SMAN 5 Batam Klaim Kehilangan Hak PPPK Akibat Pergantian NUPTK

Anggaran itu meliputi kebutuhan petugas penjaga perlintasan sebesar Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga Rp158,1 miliar, serta fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal sebesar Rp60,9 miliar.

Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup karena memiliki lebar jalan kurang dari dua meter.

Sementara itu, 1.638 lokasi prioritas lainnya akan ditingkatkan fasilitas keselamatannya, termasuk penyediaan petugas penjaga, pembangunan pos jaga, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan lainnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Menhub #Perlintasan Sebidang #PT KAI #Keselamatan Kereta Api #flyover