Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah 25 Mei, PPIH Siapkan Skema Bus Armuzna

jpg • Dipublikasikan Jumat, 22 Mei 2026 | 12:56 WIB
Ratusan bed sudah terpasang di tenda jamaah haji Indonesia di Arafah. hingga Rabu (13/5/2026), persiapan fasilitas untuk wukuf di Arafah sudah 90 persen. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)
Ratusan bed sudah terpasang di tenda jamaah haji Indonesia di Arafah. hingga Rabu (13/5/2026), persiapan fasilitas untuk wukuf di Arafah sudah 90 persen. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

batampos – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mempersiapkan keberangkatan jamaah haji Indonesia menuju Arafah untuk menjalani wukuf.

Rencananya, jamaah akan diberangkatkan secara bertahap pada hari Tarwiyah, 8 Zulhijjah 1447 Hijriah atau Senin (25/5).

“Trip pertama dari Makkah dimulai pukul 07.00 pagi,” ujar Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, Kamis (21/5).

PPIH juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) bagi jamaah sesuai jadwal keberangkatan masing-masing rombongan.

Jamaah diminta mulai menyiapkan perlengkapan sekitar enam jam sebelum keberangkatan. Tiga jam menjelang berangkat, jamaah sudah mengenakan pakaian ihram, kemudian satu jam sebelum jadwal keberangkatan diminta turun ke lobi hotel.

Pengaturan tersebut dilakukan agar jamaah tidak terlalu lama menunggu di lobi hotel, mengingat proses pemberangkatan menuju Arafah berlangsung hingga sore hari karena jumlah jamaah Indonesia yang sangat besar.

“Kalau jadwal itu dipatuhi, dipahami oleh semua pihak, Insya Allah tidak ada keterlambatan pada saat pergerakan ke Armuzna,” kata Syarif.

Ia menjelaskan, setiap markaz yang berisi sekitar 3.000 jamaah akan dilayani tujuh unit bus dengan sistem taraddudi atau perjalanan bolak-balik.

Bus akan bergerak dalam tiga gelombang perjalanan, yakni pagi, siang, dan sore.

“Trip pagi itu mereka akan berputar tiga kali, siang tiga kali, sore tiga kali. Itu hitungan dari Makkah ke Arafah,” jelasnya.

Sementara itu, pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah dijadwalkan berlangsung pada 9 Zulhijjah mulai pukul 19.00 hingga 23.00 waktu setempat.

PPIH menargetkan sedikitnya 160 ribu jamaah dapat diberangkatkan ke Muzdalifah untuk menjalani mabit normal atau mabid ‘adhi, yakni bermalam hingga lewat tengah malam.

Sedangkan jamaah lainnya akan menjalani mabit murur, yaitu melintas di Muzdalifah setelah tengah malam tanpa turun dari bus, namun tetap tercatat sah melaksanakan mabit.

Syarif juga mengingatkan jamaah agar mengikuti seluruh arahan petugas, termasuk terkait urutan naik dan turun bus selama proses Armuzna berlangsung.

“Setiap pergerakan itu yang pertama adalah lansia dulu, setelah itu disabilitas. Yang ketiga perempuan, baru jamaah laki-laki. Setiap pergerakan naik bus turun bus diatur demikian,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
PPIH haji