batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh pelaku usaha, termasuk pedagang yang beraktivitas di platform digital seperti media sosial dan marketplace.
Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan perubahan pola ekonomi masyarakat membuat pendataan tidak lagi hanya menyasar usaha konvensional, tetapi juga pelaku usaha berbasis daring.
“Iya betul sekali (sensus pedagang marketplace). Jadi kami punya pengalaman, ada usaha kecil seperti keranjang buah, tapi ternyata penghasilannya besar karena anak-anaknya jualan lewat medsos,” ujar Sonny, Sabtu (20/6).
Baca Juga: Stok Beras Melimpah, Amran Tantang Publik Cek Langsung Gudang Bulog
Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat kini banyak bergeser ke ruang digital sehingga harus tercatat dalam sensus.
Menyasar Usaha Besar hingga Rumahan
Sonny menjelaskan, SE2026 akan dilakukan secara menyeluruh dengan mendata seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha skala besar hingga usaha rumahan yang memanfaatkan platform digital.
“Jadi nanti kita akan datang ke seluruh pelaku usaha dan door to door ke rumah,” katanya.
Ia menambahkan, BPS menargetkan jutaan pelaku usaha akan masuk dalam pendataan, termasuk rumah tangga dan individu yang memiliki aktivitas ekonomi.
Baca Juga: JHT Cair di Atas Rp50 Juta? Siap-Siap Kena Potongan Pajak, Ini Rinciannya
Target Pendataan
Dalam SE2026, BPS menargetkan:
32 juta pelaku usaha
95,3 juta keluarga
289,3 juta individu
Sonny juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat kepada petugas di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk memetakan kondisi ekonomi nasional secara lebih detail, termasuk pertumbuhan sektor digital yang semakin dominan di masyarakat. (*)
Editor : M Tahang