Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BGN Bersih-Bersih Anggaran, Janji Tak Ulangi Belanja Tak Berguna di 2026

jpg • Senin, 22 Juni 2026 | 11:30 WIB
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari,
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari

batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan lebih selektif dan disiplin dalam penggunaan anggaran pada tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan menyusul evaluasi menyeluruh terhadap berbagai pengadaan barang yang dilakukan pada tahun anggaran 2025, termasuk pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik yang kini menjadi bagian dari penyidikan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan pihaknya telah melakukan penyisiran terhadap seluruh belanja dan pengadaan yang dilakukan pada tahun sebelumnya guna memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara.

"Secara umum, semua pengeluaran yang dilakukan pada tahun 2025 sudah kami sisir satu per satu untuk dievaluasi," ujar Agustina di Kantor BGN, dikutip Senin (22/6/2026).

Agustina yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Wakil Kepala BGN menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen menerapkan prinsip efisiensi dan akuntabilitas dalam setiap pengadaan barang pada tahun berjalan.

Menurutnya, barang-barang yang telah terlanjur dibeli pada 2025 tetap akan dimanfaatkan secara maksimal agar tidak menjadi aset yang terbengkalai. Namun, pemanfaatannya masih dibahas lebih lanjut mengingat sebagian pengadaan tersebut juga tengah menjadi objek penyelidikan aparat penegak hukum.

"Barang-barang yang sudah dibeli akan kami upayakan pemanfaatannya semaksimal mungkin. Namun, untuk detail pemanfaatannya masih terus kami bahas bersama pihak terkait, terlebih beberapa di antaranya masih dalam proses hukum di Kejaksaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Agustina menegaskan bahwa BGN tidak akan mengulangi pola belanja yang dinilai kurang memberikan manfaat bagi pelaksanaan program.

"Kami berprinsip tidak akan mengulangi belanja yang kurang bermanfaat, apalagi yang tidak memberikan manfaat sama sekali," tegasnya.

Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas

Selain mengevaluasi pengadaan barang, BGN juga tengah melakukan penyesuaian terhadap alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Menurut Agustina, total anggaran yang sebelumnya mencapai Rp268 triliun kini telah mengalami pengurangan setelah dilakukan penyesuaian dan realokasi.

Meski belum mengungkap angka pasti terbaru, ia memastikan besaran anggaran saat ini sudah tidak lagi berada pada level Rp268 triliun seperti yang direncanakan sebelumnya.

"Anggaran yang ada saat ini sudah berkurang dari Rp268 triliun karena telah dilakukan penyesuaian dan pengambilan untuk kebutuhan lainnya," ujarnya.

BGN berharap langkah evaluasi dan pengetatan belanja tersebut dapat memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar digunakan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Mbg #BGN