Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Teknologi Hemat LPG hingga Satelit NEO-1 Jadi Sorotan

Putut Ariyo • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 06:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

batampos – Presiden Prabowo Subianto meninjau berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Peninjauan dilakukan sebelum Presiden berdialog dengan sekitar 150 periset BRIN sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pembangunan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Kepala BRIN Arif Satria yang memandu peninjauan berbagai stan inovasi dari sektor energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, hingga teknologi pengolahan air.

Prabowo tampak antusias mengamati berbagai produk hasil penelitian. Ia beberapa kali mengajukan pertanyaan kepada para periset serta mendengarkan penjelasan mengenai potensi implementasi teknologi yang dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan nasional.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah teknologi pengolahan air darurat yang mampu mengubah air banjir, air payau, air sungai, hingga air tanah menjadi air siap minum. Presiden bahkan mencoba langsung air hasil pengolahan teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam berbagai operasi penanganan bencana dan penyediaan air bersih.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, seluruh inovasi yang dipamerkan merupakan bagian dari penguatan kapasitas teknologi nasional di berbagai sektor strategis.

Di bidang energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," kata Arif.

Pada sektor kedirgantaraan, BRIN mengembangkan berbagai teknologi mulai dari desain pesawat, wahana nirawak, hingga satelit penginderaan jauh.

Arif mengungkapkan, pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi. Sementara itu, satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 guna mendukung kebutuhan data nasional di sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim.

Menurutnya, penggunaan satelit tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi biaya misi hingga sekitar 71,9 persen dibandingkan misi sejenis.

Di sektor pertahanan dan keamanan, BRIN juga memperkenalkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) Alap-Alap yang memiliki kemampuan terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer.

Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung misi pemantauan, survei, pemetaan, serta pengawasan wilayah secara lebih efektif dan efisien.

Sementara pada sektor transportasi dan ketahanan pangan, BRIN mengembangkan kendaraan listrik, teknologi kapal, mesin berbahan bakar fleksibel, hingga berbagai inovasi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah kapal nelayan bertenaga listrik yang diperkirakan mampu menekan biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Di bidang kesehatan, BRIN terus mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, hingga alat kesehatan.

Sementara di sektor industri, BRIN berhasil menciptakan sepatu sekolah berbahan baku karet lokal menggunakan teknologi One Piece Injection Molding dengan biaya produksi di bawah Rp70 ribu. Selain itu, BRIN juga mengembangkan smart insole yang dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi medis, olahraga, hingga keselamatan kerja.

Baca Juga: Halte Trans Batam Jadi Sasaran Coretan, Dishub Hanya Andalkan Perawatan Rutin

Arif juga memaparkan berbagai pengembangan teknologi strategis lainnya, seperti pengolahan mineral kritis, teknologi nuklir, rumah modular, teknologi pelindung pantai untuk proyek Giant Sea Wall, pengelolaan sampah, hingga desalinasi air.

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi sendiri.

"BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," ujarnya.

Arif menegaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan bukan sekadar hasil penelitian, melainkan bukti kapasitas Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi nasional.

Ia menilai tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, industri, dan masyarakat secara luas.

"Dengan arahan dan dukungan Bapak Presiden, riset dan inovasi Indonesia akan semakin mampu mendukung pelaksanaan Asta Cita, mempercepat pencapaian prioritas nasional sebagai fondasi Indonesia Emas 2045," kata Arif. (*)

Editor : Putut Ariyo
BRIN Inovasi Teknologi Riset Nasional Indonesia Emas 2045 prabowo subianto