Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS di 10 Daerah Mengalami Gangguan

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:01 WIB
ILUSTASI. Tower BTS.
ILUSTASI. Tower BTS.

batampos – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8), turut mengganggu infrastruktur telekomunikasi. Sebanyak 200 site atau base transceiver station (BTS) dilaporkan mengalami gangguan di 10 kabupaten dan kota.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama operator seluler terus memantau kondisi jaringan sekaligus melakukan upaya pemulihan layanan di wilayah terdampak.

Gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: NTT Diguncang Gempa M7,7, Dua Orang Meninggal dan Tsunami Terdeteksi di 10 Wilayah

Berdasarkan data pemantauan melalui dashboard operator telekomunikasi hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 BTS mengalami gangguan. Jumlah tersebut setara dengan 16,35 persen dari BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak.

“Sebanyak 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani,” kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, di Jakarta, Sabtu (15/8).

Ia mengatakan keselamatan petugas dan akses publik terhadap layanan telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan infrastruktur di lapangan.

Baca Juga: Ashanty Ungkap Alasan Akhirnya Berhijab, Tangis Pecah Saat Singkirkan Baju Lama

Gangguan jaringan dilaporkan terjadi pada tiga operator seluler, yakni Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, dengan kondisi yang berbeda di sejumlah wilayah terdampak.

Telkomsel melaporkan sejumlah BTS mengalami gangguan akibat masalah pasokan listrik. Sementara XLsmart mengalami gangguan layanan, khususnya di wilayah sekitar pusat gempa. Adapun Indosat masih melakukan pemantauan secara intensif dengan mengerahkan tim teknis.

Selain BTS, Komdigi juga menemukan gangguan pada jaringan transmisi yang turut memengaruhi operasional infrastruktur telekomunikasi di sejumlah daerah.

Berikut rincian BTS yang mengalami gangguan:

Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak, yakni 51 site. Berikutnya Kabupaten Ende dengan 31 site dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site.

Hingga pukul 07.00 WIB, seluruh 200 site yang terdampak masih dalam proses pemulihan. Kondisi jaringan terus dipantau untuk mengetahui perkembangan terbaru pascagempa.

Pemantauan dilakukan Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi melalui dashboard monitoring. Kementerian juga berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk memperbarui informasi kondisi di lapangan.

“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” ujar Wayan.

Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa untuk tetap memprioritaskan keselamatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga terkait penanganan bencana.

Perkembangan kondisi infrastruktur telekomunikasi dan proses pemulihan layanan akan terus dipantau serta diperbarui berdasarkan situasi jaringan dan hasil penanganan di lapangan. (*)

Editor : Jamil Qasim
200 BTS gangguan gempa NTT