Mendikdasmen: LKP Bisa Jadi Jalan Anak Indonesia Siap Kerja

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam acara Gebyar Kursus LKP 2026 di Jakarta, Sabtu (29/5). Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com

batampos – Pendidikan untuk memasuki dunia kerja tidak harus ditempuh melalui jalur formal. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong penguatan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai jalur pendidikan nonformal yang membekali masyarakat dengan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja di dalam dan luar negeri.

Menurut Mu'ti, LKP memiliki peran penting dalam memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Lulusan lembaga kursus tidak hanya diarahkan untuk bekerja di sektor tertentu di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar kerja profesional di luar negeri.

“Ini menunjukkan bagaimana peran Lembaga Pendidikan Non-Formal khususnya Kursus dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, juga memberikan pendidikan dan keterampilan bagi anak-anak Indonesia untuk dapat memperoleh pekerjaan di sektor-sektor profesional baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Mu'ti saat menghadiri Gebyar Kursus 2026 di Jakarta, Sabtu (29/8).

Ia menilai keberadaan LKP sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu.

“Penyelenggara ini juga menunjukkan bagaimana kerja sama dan dukungan masyarakat menjadi salah satu kunci sukses untuk kita dapat mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.

Mu'ti mengatakan pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau. Menurutnya, model pendidikan harus mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan bekal yang relevan dengan kehidupan dan dunia kerja.

“Dan sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami berusaha untuk memberikan layanan pendidikan yang mudah terjangkau, yang aksesibel, pendidikan yang fleksibel, dan juga pendidikan yang affordable yang harganya dapat dipenuhi oleh masyarakat,” kata dia.

LKP Bekali Keterampilan Siap Kerja

Mu'ti menegaskan pendidikan formal dan nonformal memiliki peran yang sama dalam membekali generasi muda dengan kecakapan hidup atau life skill.

Pendidikan berbasis keterampilan tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebut sejumlah program pemerintah, termasuk SMK Go Global dan SMK 3+1, sebagai bagian dari upaya memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Program ini juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan formal dan non-formal berperan penting dalam membekali anak-anak Indonesia dengan kecakapan hidup atau life skill,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Zookifli M. Adam mengatakan, LKP memang diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan siap memasuki dunia kerja.

Menurut dia, lulusan LKP tidak hanya terserap di luar negeri. Banyak alumni yang juga bekerja di dalam negeri. Kondisi tersebut menjadi bagian dari kontribusi lembaga kursus dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan.

“Bekerjanya tidak hanya di luar negeri, tapi banyak juga yang bekerja di dalam negeri. Ini adalah salah satu wujud konkret lembaga kursus bersama pemerintah dalam rangka menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Untuk pasar kerja internasional, sektor hospitality menjadi salah satu bidang yang banyak menyerap lulusan LKP. Kebutuhan tenaga kerja antara lain berasal dari sektor perhotelan, kapal pesiar, chef, housekeeping, hingga caregiver.

Alumni LKP juga telah diarahkan ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Malaysia, Bulgaria, Thailand, Albania, Singapura, dan Turki. Secara keseluruhan, terdapat 11 negara yang menjadi tujuan pelepasan alumni LKP dalam kegiatan tersebut.

DPR Dukung Penguatan LKP

Dukungan terhadap penguatan pendidikan melalui LKP juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro.

Ia menilai keberadaan lembaga kursus dan pelatihan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan berbasis kompetensi.

“Kami mewakili rekan-rekan yang ada di DPR mendukung penuh program Kemendikbudristek khususnya dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan,” kata Agung.

Menurutnya, penguatan pendidikan keterampilan sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia.

Ia berharap keberadaan LKP terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, baik di Indonesia maupun pasar kerja global. (*)

Editor : M Tahang
Mendikdasmen LKP peluang kerja