Desa Agrowisata Patawang Sumba Timur Jadi Desa Mandiri, Kades Ingin Perluas Kawasan demi Sejahterak

Antara • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 05:53 WIB
Kades Patawang Imanuel Soleman, saat berbincang-bincang dengan sejumlah pimpinan media nasional d Agrowisata Patawang (ANTARA/Anwar Maga)
Kades Patawang Imanuel Soleman, saat berbincang-bincang dengan sejumlah pimpinan media nasional d Agrowisata Patawang (ANTARA/Anwar Maga)

batampos - Kepala Desa Patawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Imanuel Soleman, berkomitmen memperluas kawasan Agrowisata Patawang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, pariwisata, serta dukungan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Imanuel, pengembangan kawasan agrowisata menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian dan pariwisata berbasis desa.

"Tentu saya ingin kawasan agrowisata di desa ini semakin diperluas agar warga di sini makin sejahtera," ujar Imanuel saat menerima kunjungan pimpinan redaksi media nasional dalam kegiatan Trip Manisnya Sumba di Agrowisata Patawang, Waingapu, Kamis.

Agrowisata Patawang merupakan salah satu desa binaan PT Muria Sumba Manis (MSM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Hijau Manise. PT MSM adalah perusahaan agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu milik Grup Djarum yang beroperasi di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

Program tersebut berhasil mengubah wajah Desa Patawang. Hingga 2022 desa ini masih berstatus desa berkembang, namun melalui pengembangan kawasan hijau, konservasi, dan wisata edukasi berbasis pertanian, Patawang resmi menyandang status desa mandiri pada 2025. Capaian itu menjadikannya desa mandiri pertama di Kabupaten Sumba Timur.

Kini, Agrowisata Patawang tidak hanya menawarkan panorama alam yang asri, tetapi juga menghadirkan kawasan hijau hasil penghijauan yang menjadi daya tarik wisata sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Salah satu motor penggerak ekonomi desa adalah UMKM Kube Maukawini, kelompok usaha perempuan yang memproduksi berbagai olahan pangan lokal dan kerajinan khas Sumba.

Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati berbagai produk unggulan, seperti kacang mete panggang, madu hutan, hingga kain tenun tradisional Sumba yang dibuat menggunakan teknik turun-temurun.

Selain itu, kawasan agrowisata juga dilengkapi dengan peternakan ayam, kolam budidaya ikan, kebun sayur, serta taman bacaan yang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan anak-anak.

Atas keberhasilannya mengembangkan desa berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat, Agrowisata Patawang meraih Gold Award dalam ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2025 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas upaya nyata dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah ini," kata Imanuel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Muria Sumba Manis atas dukungan berkelanjutan melalui program CSR yang telah mendorong kemajuan desa, mulai dari penghijauan hingga pengembangan pertanian.

Menurutnya, keberadaan kawasan agrowisata memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan pelestarian lingkungan.

"Program ini mendorong anak-anak di Desa Patawang mengenal pertanian, kebun sayur, serta pentingnya menjaga lingkungan sejak dini," ujarnya.

Imanuel berharap pengembangan Agrowisata Patawang terus berlanjut sehingga mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadi pusat edukasi lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan di Sumba Timur. (*)

Editor : Putut Ariyo
Desa Patawang Agrowisata Sumba Sumba Timur CSR PT Muria Sumba Manis Desa Mandiri