batampos — Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengerahkan salah satu alat utama sistem senjata (alutsista) andalannya, Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire, dalam Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Sistem peluncur roket kaliber 122 milimeter tersebut digunakan dalam latihan penembakan yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan, Jumat (4/9).
Dalam siaran pers Korps Marinir TNI AL yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/9), dijelaskan bahwa latihan tersebut bertujuan menguji kemampuan alutsista sekaligus kesiapan prajurit yang mengawakinya.
Selain Indonesia, sejumlah negara peserta SGS 2026 juga menampilkan alutsista peluncur roket masing-masing. Salah satunya Amerika Serikat yang mengerahkan M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).
Seluruh rangkaian latihan penembakan berlangsung dengan baik tanpa adanya insiden. Latihan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan personel dalam mengoperasikan alutsista sekaligus memperkuat hubungan dan kerja sama antarprajurit dari negara peserta.
Super Garuda Shield 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Latihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menguji kesiapan operasional pasukan, tetapi juga memperkuat diplomasi pertahanan serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan Super Garuda Shield merupakan latihan tahunan yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia. Tahun ini, latihan berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).
Ke-21 negara yang terlibat dalam SGS 2026 yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. (*)
Editor : Jamil Qasim