batampos – Kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, telah memasuki kawasan Laut Arab dalam pelayarannya dari Italia menuju Indonesia. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia itu dijadwalkan memasuki perairan Indonesia pada 17 September.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, perjalanan kapal tersebut masih sesuai jadwal. Kapal kini melintasi Laut Arab dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 17 September, selama tidak ada kendala dalam pelayaran.
“(Kapal) masih sesuai jadwal tiba 17 September,” kata Tunggul.
Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi dikawal sejumlah kapal Angkatan Laut Italia. Saat mendekati Jakarta, kapal tersebut nantinya akan mendapat pengawalan dari unsur TNI Angkatan Laut.
Sedikitnya dua kapal fregat TNI AL serta pesawat dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut disiapkan untuk mengawal perjalanan kapal hingga memasuki wilayah Indonesia.
Selain pengawalan, TNI AL juga merencanakan latihan aerial embarkation selama perjalanan menuju Jakarta. Latihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan kedatangan kapal perang yang akan memperkuat armada Indonesia.
Akan Berganti Nama Menjadi KRI Gajah Mada
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali sebelumnya mengatakan Indonesia dijadwalkan menerima kapal induk tersebut pada September setelah menyelesaikan perjalanan dari Italia.
Pernyataan itu disampaikan Ali di Jakarta pada 24 Agustus, ketika kapal meninggalkan Italia untuk menjalani perjalanan menuju Indonesia.
Setelah resmi masuk dalam jajaran TNI AL, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Selama masih dalam perjalanan menuju Indonesia, kapal tetap menggunakan nama Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia. Nama dan bendera tersebut akan diganti setelah kapal tiba di Indonesia.
“Setelah sampai di Indonesia, kapal akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan mengibarkan bendera Merah Putih,” kata Ali sebelumnya.
Kapal eks Angkatan Laut Italia itu diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 20 hari untuk mencapai Indonesia. Dalam perjalanan, Giuseppe Garibaldi akan tetap berlayar bersama sejumlah kapal perang Italia.
Lewati Terusan Suez dan Laut Merah
Rute pelayaran kapal menuju Indonesia mencakup Terusan Suez dan Laut Merah. Kapal tersebut mendapat pengawalan dari fregat Angkatan Laut Italia selama perjalanan.
Ali sebelumnya memperkirakan kapal akan tiba di Indonesia pada rentang 15 hingga 20 September.
Setibanya di Indonesia, kapal akan mulai menjalani proses untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan operasi maritim TNI AL.
Pangkalan angkatan laut untuk mendukung pengoperasian kapal tersebut juga tengah dibangun di Lampung.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peresmian kapal pada 25 September. Dalam agenda tersebut, bendera Merah Putih akan dikibarkan sebagai penanda masuknya kapal ke dalam jajaran armada Indonesia.
Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi bagian penting dalam pengembangan kekuatan maritim Indonesia, sekaligus menandai babak baru bagi TNI AL dalam mengoperasikan kapal dengan kemampuan penerbangan dari laut. (*)
Editor : Putut Ariyo