Kapal-kapal tersebut akan terlibat dalam agenda Naval Parade dan Sailing Pass yang dijadwalkan berlangsung sehari sebelum puncak peringatan HUT TNI, yakni pada 4 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam agenda tersebut.
Salah satu kapal yang disebut akan terlibat adalah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi.
Berdasarkan keterangan resmi Mabes TNI, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan Naval Parade merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang puncak peringatan HUT ke-81 TNI.
"Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," kata Muhammad Nas dalam keterangan resminya.
Selain Naval Parade, sejumlah pesawat TNI juga akan melakukan Fly Pass di hadapan Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara.
TNI turut menyiapkan demonstrasi yang melibatkan prajurit pasukan khusus serta sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) baru.
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Di lokasi yang sama, TNI juga akan menggelar TNI Fair pada 19-20 September 2026 dengan menghadirkan sejumlah alutsista untuk dipamerkan kepada masyarakat.
Masyarakat dapat menghadiri TNI Fair secara langsung mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Selain pameran alutsista, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti kesehatan, pameran komunitas kendaraan antik, serta pembagian 15.000 paket sembako dan 30.000 porsi makanan gratis.
Rangkaian TNI Fair berlanjut pada 20 September melalui TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk sejauh 6,4 kilometer. Masing-masing kegiatan ditargetkan diikuti sekitar 10 ribu peserta.
Selain TNI Fair, sejumlah kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian HUT ke-81 TNI yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026.
Di antaranya, Lomba dan Open Tournament Piala Panglima TNI yang berlangsung pada 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mencakup 72 jenis lomba, terdiri atas 61 cabang olahraga dan 11 cabang non-olahraga.
Menjelang puncak peringatan HUT TNI, TNI juga akan menggelar doa bersama lintas agama pada 1 Oktober 2026.
"Diikuti sekitar 3 ribu peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako," bunyi keterangan resmi Puspen TNI. (*)
Editor : Cipi Ckandina