batampos - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginspeksi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang kini bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).
Usai inspeksi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi kapal induk tersebut masih sangat baik dan dinilai dapat digunakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) hingga 15-20 tahun mendatang.
”Kondisinya masih sangat baik sekali ya, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut, oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali kepada awak media.
Menurut Ali, dalam inspeksi tersebut Sjafrie mendapat penjelasan secara menyeluruh mengenai kondisi kapal, mulai dari ruangan hingga berbagai fungsi peralatan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang terdapat di dalamnya.
”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini masih dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Ali mengatakan Giuseppe Garibaldi pada dasarnya sudah siap berlayar dan beroperasi tanpa harus melalui retrofit. Namun, proses retrofit tetap dilakukan untuk menyesuaikan kapal dengan kebutuhan operasional TNI AL.
”Mungkin kebutuhannya Angkatan Laut Italia beda, kebutuhan kita beda. Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia, dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” ucapnya.
Kapal Induk untuk Operasi Kemanusiaan
Sesuai rencana dan perintah Presiden Prabowo Subianto, TNI AL akan memanfaatkan Giuseppe Garibaldi untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satu penggunaannya adalah mendukung penanggulangan bencana alam. Menurut Ali, keberadaan kapal induk dengan kapasitas pengoperasian banyak helikopter dapat memperkuat respons kemanusiaan di wilayah yang terdampak bencana, termasuk daerah terpencil.
”Karena dengan banyak helikopter, logistik akan bisa banyak drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa drop, (kapal) ini bisa 14 helikopter, mungkin lebih tergantung ukuran,” beber Ali.
Kemampuan tersebut memungkinkan distribusi logistik dan dukungan kemanusiaan dilakukan dari laut menuju wilayah yang akses daratnya terdampak atau sulit dijangkau.
Tiba di Jakarta Usai Pelayaran dari Italia
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta pada Jumat (18/9) setelah menjalani pelayaran panjang dari Italia.
Dalam perjalanan menuju Indonesia, kapal tersebut melintasi Terusan Suez, Laut Merah, hingga Samudra Hindia. Kapal juga sempat singgah di sejumlah negara untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), serta layanan teknis.
Negara yang disinggahi dalam pelayaran tersebut antara lain Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Meta description: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dinilai masih layak digunakan TNI AL hingga 15-20 tahun dan akan mendukung operasi kemanusiaan. (*)
Editor : Putut Ariyo