Jalankan Arahan Prabowo, Bahlil Siap Kembangkan Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:51 WIB

 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) saat konferensi pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (JawaPos)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) saat konferensi pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (JawaPos)

batampos - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan bahan bakar minyak dari batu bara, termasuk batu bara berkalori rendah.

Bahlil mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan sumber energi dalam negeri untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil saat ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Bahlil, arahan Prabowo untuk mengembangkan gas atau minyak dari batu bara tidak terlepas dari kondisi geopolitik global yang dinilai semakin tidak menentu.

Karena itu, pemerintah diarahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi yang tersedia di Indonesia, termasuk batu bara sebagai sumber energi alternatif.

“Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Teknologi Batu Bara Jadi Minyak

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, teknologi pengolahan batu bara menjadi minyak atau coal to liquid telah diterapkan di sejumlah negara.

Ia mencontohkan Jerman Timur yang pernah menggunakan teknologi pencairan batu bara untuk menghasilkan bahan bakar.

Minyak hasil pengolahan batu bara tersebut, kata Tri, pernah digunakan sebagai bahan bakar kendaraan militer.

Tri juga mencontohkan Afrika Selatan yang mengembangkan teknologi pencairan batu bara melalui Sasol. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai salah satu respons terhadap keterbatasan akses energi akibat kebijakan isolasi internasional pada era apartheid.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara. Sasol itu sampai sekarang, kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.

Meski teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, Tri mengatakan pemerintah masih mengevaluasi teknologi yang dapat digunakan serta potensi batu bara Indonesia untuk dikembangkan menjadi bahan bakar minyak.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” ujarnya.

Prabowo Dorong Kemandirian Energi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dari kekuatan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut pemerintah telah mengembangkan bahan bakar berbasis kelapa sawit dan berencana mengembangkan bensin dari batu bara.

“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” kata Prabowo.

Rencana tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti Kementerian ESDM dengan mengevaluasi teknologi serta potensi sumber daya batu bara yang tersedia di Indonesia.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Jalankan Arahan bahlil prabowo bensin