Bukan Cuma Kurang Minum, Ini 9 Penyebab Mulut Kering saat Bangun Tidur

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:00 WIB

 

Ilustrasi seseorang dengan kondisi bibir kering dan pecah-pecah (Magnific) .
Ilustrasi seseorang dengan kondisi bibir kering dan pecah-pecah (Magnific) .

batampos - Mulut terasa kering saat bangun tidur merupakan keluhan yang cukup umum. Kondisi ini dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman, lengket, muncul rasa haus, hingga menyebabkan bau mulut.

Dalam istilah medis, kondisi tersebut dikenal sebagai dry mouth atau xerostomia, yakni keadaan ketika produksi air liur berkurang. Dilansir dari Halodoc, Senin (21/9/2026), air liur berperan penting dalam menjaga kelembapan mulut, membantu menetralkan asam yang dihasilkan bakteri, serta mendukung tahap awal proses pencernaan makanan.

Ketika produksi air liur berkurang, sejumlah keluhan dapat muncul. Xerostomia dapat menyebabkan lidah terasa kasar, bibir kering dan pecah-pecah, sariawan, serta bau mulut. Dalam kondisi tertentu, mulut kering juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan membuat seseorang lebih sulit mengunyah, menelan, atau berbicara.

Menurut Mayo Clinic, mulut kering yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada gigi dan gusi serta membuat aktivitas makan menjadi kurang nyaman.

Mulut kering juga dapat berkaitan dengan sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berulang kali saat tidur. Kondisi ini dapat disertai dengkuran keras, terbangun seperti tersedak, sakit kepala pada pagi hari, dan rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Lantas, apa saja penyebab mulut terasa kering saat bangun tidur?

Berikut beberapa faktor yang dapat memicu xerostomia, dirangkum dari Halodoc dan Mayo Clinic.

1. Kurang Asupan Cairan

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan berpengaruh terhadap produksi air liur. Akibatnya, mulut dapat terasa lebih kering, terutama setelah tidur selama beberapa jam.

Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari penting untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

2. Bernapas Melalui Mulut saat Tidur

Cara bernapas saat tidur juga dapat memengaruhi kelembapan mulut. Bernapas melalui mulut membuat aliran udara melewati rongga mulut secara terus-menerus sehingga mulut lebih mudah kering.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika hidung tersumbat akibat pilek atau alergi. Orang yang mendengkur juga dapat lebih sering bernapas melalui mulut saat tidur.

3. Efek Samping Obat Tertentu

Sejumlah obat dapat menyebabkan mulut kering sebagai efek samping. Beberapa di antaranya adalah antihistamin, dekongestan, diuretik, dan obat antidepresan.

Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi produksi air liur sehingga mulut terasa lebih kering. Jika keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perubahan atau menghentikan penggunaan obat.

4. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga dapat berkontribusi terhadap mulut kering.

Alkohol dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh, sedangkan merokok dapat memengaruhi produksi air liur dan kondisi jaringan di dalam mulut. Kedua kebiasaan tersebut juga dapat berkontribusi terhadap bau mulut.

5. Kondisi Kesehatan Tertentu

Mulut kering dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan. Salah satunya diabetes melitus, terutama ketika kadar gula darah tidak terkontrol dan menyebabkan tubuh lebih banyak kehilangan cairan.

Selain diabetes, beberapa kondisi lain seperti sindrom Sjögren dan gangguan tertentu yang memengaruhi kelenjar ludah juga dapat menyebabkan produksi air liur berkurang.

6. Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk produksi air liur. Ketika seseorang sedang mengalami stres atau cemas, mulut dapat terasa lebih kering dari biasanya.

Keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan perubahan respons tubuh terhadap kondisi stres.

7. Pertambahan Usia

Pertambahan usia dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan mulut kering. Namun, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh proses penuaan itu sendiri.

Pada kelompok usia lanjut, penggunaan sejumlah obat dan kondisi kesehatan tertentu lebih sering menjadi faktor yang berkontribusi terhadap xerostomia.

8. Kemoterapi dan Terapi Radiasi

Pengobatan kanker juga dapat menyebabkan mulut kering. Menurut Mayo Clinic, kemoterapi dapat memengaruhi jumlah dan karakteristik air liur yang diproduksi tubuh.

Kondisi tersebut pada sebagian pasien dapat membaik setelah pengobatan selesai.

Sementara itu, terapi radiasi pada area kepala dan leher dapat merusak kelenjar ludah sehingga produksi air liur berkurang. Dampaknya dapat berlangsung sementara atau lebih lama, tergantung pada dosis radiasi dan area yang mendapatkan terapi.

9. Kerusakan Saraf

Cedera atau tindakan operasi di area kepala dan leher yang menyebabkan kerusakan saraf juga dapat memicu xerostomia.

Saraf tertentu berperan dalam mengirimkan sinyal yang mengatur produksi air liur. Jika fungsi saraf tersebut terganggu, produksi air liur dapat menurun dan menyebabkan mulut menjadi lebih kering.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Mulut kering sesekali, terutama setelah bangun tidur, belum tentu menunjukkan adanya masalah kesehatan serius. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai kesulitan menelan, luka di mulut, infeksi berulang, maupun gangguan pada gigi dan gusi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi.

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat disesuaikan dengan faktor yang mendasarinya.(*)

Editor : Cipi Ckandina
keringanan Bukan kurang fokus minum alkohol