294 Siswa di Purworejo Diduga Keracunan Usai Makan MBG, Dapur SPPG Ditutup

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:00 WIB

 

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menjenguk langsung korban dugaan kasus keracunan. (Radar Jogja)
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menjenguk langsung korban dugaan kasus keracunan. (Radar Jogja)

batampos - Sebanyak 294 siswa dan warga di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Petugas dari puskesmas setempat terus melakukan penyisiran dan pendataan warga sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut.

Dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group), Camat Bener Bambang Surtianto mengatakan, gejala pertama kali dirasakan sejumlah siswa sekitar tiga hari lalu di Desa Guntur.

Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima MBG yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah. Berdasarkan hasil penelusuran dan pendataan, jumlah warga terdampak mencapai 294 orang.

"Sementara sampai dengan siang tadi sudah ada 294 warga," jelasnya, dikutip Selasa (22/9).

Para penerima MBG yang terdampak tersebar di enam desa, yakni Guntur, Sendangsari, Ngasinan, Limbangan, Nglaris, dan Sidomukti.

Gejala yang dialami warga setelah mengonsumsi menu MBG antara lain mual dan sakit perut.

Bambang menjelaskan, petugas kecamatan dan desa terus berkoordinasi untuk memetakan kemungkinan adanya penambahan warga yang mengalami gejala serupa.

Warga juga diarahkan segera mendapatkan penanganan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada keracunan.

"Sudah tertangani. Tidak ada yang rawat inap di puskesmas atau rumah sakit," ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Petugas dari dinas terkait telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para penerima MBG.

Dapur SPPG Ditutup Sementara

Pemkab Purworejo langsung mengambil langkah setelah menerima laporan dugaan keracunan usai pemberian MBG di Kecamatan Bener.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi memimpin langsung penanganan kejadian tersebut. Bersama rombongan, Dion mengecek dapur SPPG Kaliboto 2 di Kecamatan Bener yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dalam peninjauan itu, Dion meminta dilakukan penutupan sementara SPPG Kaliboto 2 untuk kepentingan evaluasi lebih lanjut.

Dia juga memastikan seluruh tim terkait telah dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut.

"Ini termasuk pelanggaran berat," tegas Dion.

Dion menyatakan pemerintah terus melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan kesehatan. Tenaga medis dari puskesmas juga telah diterjunkan untuk memberikan penanganan.

"Dari Puskesmas sudah turun, dan yang paling penting terutama bagi kami keselamatan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Korwil BGN Purworejo Wahyu Kurniawan menjelaskan, SPPG Kaliboto 2 Bener telah mendapatkan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend setelah ditemukan kasus dugaan keracunan tersebut.

Menurut Wahyu, sanksi tersebut diberikan langsung oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Suratnya sudah keluar per tanggal hari ini, 21 September," ungkapnya. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Purworejo siswa Mbg keracunan